PEMIMPIN ADALAH PELAYAN

“ Tidaklah demikian di antara kamu
. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara
kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,”
(Matius 20:26 )
Konsep kepemimpinan umum biasanya dikaitkan dengan konsep kuasa (power).
Karena pemimpin diidentikkan dengan kuasa, muncul pandangan umum yang
mengatakan bahwa seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki kuasa.
Niccolo Machiavelli dalam karyanya yang terkenal “The Prince”, menulis bahwa
manusia senantiasa memiliki ambisi terhadap kuasa, dan setelah memiliki kuasa
cenderung menyalahgunakan kuasa tersebut.
Nats hari ini merupakan perkataan Yesus kepada murid-murid-Nya yang tidak
mengerti apa yang mereka minta. Ketika penderitaan Yesus semakin dekat, Yesus
kembali mengatakan tentang penderitaan dan kebangkitan-Nya. Murid-murid-Nya
justru mempersoalkan kedudukan dalam Kerajaan Sorga dimana Yesus bertakhta.
Ibu Zebedeus yang memikirkan anak-anaknya, datang dan sujud kepada Yesus serta
memohon agar Ia menempatkan mereka di sebelah kanan dan kiri-Nya. Mereka
tidak tahu arti sesungguhnya `duduk di sebelah kiri atau kanan Yesus’. Yesus
mengingatkan bahwa tugas murid-murid adalah saling melayani. Cara untuk menjadi
besar dan terkemuka adalah dengan bersikap rendah hati dan melayani. Di dalam
dunia ini, orang yang “memerintah” dan “menjalankan kuasa” dipandang sebagai
orang besar. Yesus mengatakan bahwa di dalam Kerajaan Allah kebesaran tidak akan
diukur dengan kekuasaan kita atas orang lain, tetapi dengan memberikan diri kita
dalam pelayanan.
Orang percaya hendaknya jangan berusaha untuk meraih kedudukan yang tertinggi
dengan maksud untuk menguasai atau memerintah orang lain. Sebaliknya, mereka
harus memberikan diri untuk menolong orang lain, dan khususnya bekerja demi
kesejahteraan semua orang. Para pengikut Kristus harus siap merendahkan diri
untuk mengerjakan tugas yang paling rendah sekalipun demi kebaikan bersama.
Mereka harus tunduk seorang terhadap yang lain dan saling membangun. Orang-
orang seperti itulah yang paling bisa diandalkan dan dihormati. Bukan orang-orang
mulia yang punya nama besar yang akan dihargai, melainkan orang-orang rendah
hati yang menyangkal diri, yang selalu berusaha berbuat kebaikan sekalipun untuk
itu mereka direndahkan. (RCM)
Refleksi :
Pemimpin adalah pelayan sesamanya