KETAATAN (HANYA) KEPADA TUHAN

“Tuhan, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintahNya, suaraNya harus kamu dengarkan, kepadaNya harus kamu berbakti dan berpaut.”(Ulangan 13:4)

 

Pada waktu-waktu belakangan ini semakin banyak ajaran-ajaran yang menyesatkan orang-orang percaya. Dari ajaran yang memperkenalkan seorang nabi yang baru dan yang terakhir, sampai kepada ajaran yang memperkenalkan adanya tuhan yang lain selain TUHAN, Pencipta langit dan bumi. Fenomena ini sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, karena sejak zaman dahulu peringatan terhadap penyembahan berhala dan ibadah yang sesat telah ada tertulis di Kitab Suci.

Kitab Ulangan pasal 12: 29 sampai dengan pasal 13:1-18  mencatat mengenai peringatan akan munculnya seorang nabi atau seorang pemimpi yang memberitahukan tanda atau mujizat. Nabi ini akan mengajak orang percaya untuk mengikuti allah lain yang tidak dikenal dan berbakti kepadanya. Ajakan untuk menyembah berhala dan mengikuti ajaran sesat bisa berasal dari berbagai pihak, bukan hanya dari seorang nabi dan pembuat mujizat. Pengajaran sesat bisa saja berasal dari teman dekat atau sahabat kita, bahkan  saudara kandung atau isteri kita sendiri. Oleh karena hubungan yang dekat secara emosional, seringkali kita sungkan untuk menolak ajaran yang disampaikan. Atau bahkan kita tidak menyadari bahwa ajaran yang diajarkan oleh mereka  adalah ajaran yang menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. Kita lebih percaya kepada mereka  daripada menguji kebenaran Firman Tuhan tersebut. Kadangkala kita lebih mempercayai mereka  dan kurang peka terhadap peringatan Roh Kudus. Akibatnya kita terjerumus kepada pengajaran yang membawa kita semakin jauh dari Tuhan. Pengalaman ini yang juga dialami oleh saudara Musa, yaitu Miriam dan Harun ketika mereka mengikuti keinginan orang Israel untuk membuat patung emas untuk disembah.

Berapa banyak pemimpin yang terjatuh ke dalam perbuatan dosa dan melakukan tindakan-tindakan menyimpang karena dorongan  dari orang-orang terdekat. Firman Tuhan di Ulangan 13 dengan tegas mengajarkan sikap kita terhadap segala macam ajakan untuk menyembah berhala dan ibadah yang sesat adalah dengan menjaga sikap takut akan Allah, berpegang pada perintahNya, mendengarkan suaraNya (bukan suara nabi palsu atau pemimpi tersebut. (ROR)

 

Refleksi: Ketika ada tawaran-tawaran untuk lebih mempercayai sesuatu atau seseorang untuk disembah atau diikuti selain TUHAN Allah, marilah kita mengutamakan takut akan Allah dan percaya kepada perintah-Nya.