JANJI SETIA

“Sebab itu lakukanlah perkataan perjanjian ini dengan setia, supaya kamu beruntung dalam segala hal yang kamu lakukan.”

(Ulangan 29:9)

 

Pada suatu ketika, Musa mengumpulkan seluruh orang Israel ketika mereka berada di tanah Moab. Musa ingin mengingatkan bangsa Israel mengenai perjanjian mereka dengan TUHAN. Musa ingin mengikat perjanjian yang baru antara bangsa Israel dengan TUHAN, seperti yang telah dilakukan sebelumnya di gunung Horeb. Musa ingin mengingatkan bangsa Israel untuk mengingat kesetiaan TUHAN akan janjiNya kepada bangsa itu. Bahwa Tuhan telah setia menepati perjanjian antara Dia dan bangsa pilihanNya tersebut. Musa juga mengingatkan mengenai status mereka sebagai umat Allah dan TUHAN sebagai Allah yang harus disembah. Selain itu, Musa juga memperingatkan bangsa Israel supaya mereka tidak berpaling kepada dewa kejijikan, berhala yang disembah oleh bangsa-bangsa lain. 

Sebagaimana yang dilakukan oleh Musa, kita juga perlu memperbaharui perjanjian antara kita dengan Allah. Kita perlu mengingat akan janji-janji Allah kepada kita, sebagai orang-orang yang telah dipilihNya untuk diselamatkan. Sebagai pemimpin di dalam organisasi, kita perlu berhenti sejenak untuk mengajak seluruh anggota keluarga besar Universitas Kristen Maranatha untuk mengingat bagaimana TUHAN telah mengadakan mujizat-mujizat yang besar dan menunjukkan kesetiaanNya. Yang lebih penting lagi adalah supaya kita tidak berpaling dari Allah dan menyembah dewa kejijikan atau berhala yang disembah oleh “bangsa-bangsa” lain. Tuhan telah menunjukkan kesetiaanNya kepada kita sebagai umatNya. Oleh karena itu, patutlah kita juga menyatakan kesetiaan kita kepada Tuhan dengan senantiasa menyembah Dia.  Seorang pemimpin Kristen adalah perantara antara pengikutnya dan TUHAN. Seorang pemimpin mendapatkan mandat dari TUHAN untuk memimpin umatNya. Apa yang dilakukan oleh Musa merupakan teladan yang baik dari seorang pemimpin yang menyadari pentingnya memperbarui perjanjian antara orang percaya dengan TUHAN, sehingga mereka hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan saja. Dengan demikian mereka juga diingatkan untuk tidak berpaling dari Allah ketika mereka mencapai keberhasilan. Beberapa perguruan tinggi yang dahulu didirikan dengan kesadaran akan perjanjian dengan TUHAN dan mencantumkan nilai-nilai hidup Kristiani dalam visi, misi, dan slogan perguruan tinggi, berubah menjadi perguruan tinggi sekuler. Walaupun ada juga perguruan tinggi yang bertahan hingga ratusan tahun dengan mengutamakan kesetiaan kepada TUHAN.(ROR)

 

Refleksi:  Apakah kita akan tetap memelihara janji setia kepada TUHAN.