UPAH KETAATAN

“Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti Tuhan, Allahku dengan sepenuh hati.” (Yosua 14:9)

Apa yang biasanya kita lakukan pada waktu kita berulang tahun? Tentu saja kita akan merayakannya dengan penuh kebahagiaan. Di suatu gereja lokal di Indonesia, berkembang suatu kebiasaan untuk mengadakan peringatan khusus bagi para anggota gereja senior yang telah mencapai usia 75 tahun. Keluarga dari anggota senior tersebut biasanya memberikan persembahan khusus kepada gereja sebagai ungkapan syukur. Pihak gereja pun akan memberikan apresiasi dan perhatian khusus pada ibadah Minggu untuk menghormati dan merayakan ulang tahun dari anggota senior tersebut.

Pada waktu Kaleb bin Yefune tepat berusia 85 tahun, dia mengunjungi sahabat dan teman seperjuangannya Yosua di Gilgal. Yosua adalah pemimpin yang dipercayakan Tuhan untuk memimpin bangsa Israel untuk memasuki tanah perjanjian Kanaan. Empat puluh lima tahun telah berlalu sejak Musa mengutus Yosua dan Kaleb untuk mengintai tanah Kanaan. Seperti di dalam film Mission Impossible, Yosua dan Kaleb, bersama rekan-rekan pengintai lainnya, melaksanakan tugas dengan baik dan kembali dengan laporan yang berbeda. Yosua dan Kaleb yang percaya akan kesetiaan Tuhan, memberikan laporan yang membesarkan hati, sementara pengintai-pengintai lain memberikan laporan yang melemahkan semangat bangsa Israel untuk merebut tanah perjanjian yang dijanjikan  Allah kepada mereka. Hal menarik yang dilakukan oleh Kaleb adalah bahwa pada ulang tahunnya yang ke 85 tahun, ia masih terus mengingat perjanjian yang diberikan Tuhan melalui hambaNya Musa. Kaleb sangat percaya sifat Allah yang penuh setia. Dia juga mengakui pemeliharaan Tuhan dalam kehidupannya selama empat puluh lima tahun terakhir (Yos. 14:10)

Sama seperti Kaleb bin Yefune, kita mungkin pernah mengikat perjanjian dengan Tuhan, baik secara langsung mapun melalui hamba Tuhan. Paling tidak kita pernah mengungkapkan pengakuan iman kita kepada Tuhan sebagai janji setia kepadaNya yang sudah menyelamatkan kita dan telah memanggil kita kepada suatu kehidupan yang lebih baik bahkan jauh lebih baik daripada sebelumnya. Sesudah sekian lama, apakah kita masih mengingat dengan jelas perjanjian itu? Apakah kita masih terus menghidupi panggilan Tuhan tersebut sebagai bukti kesetiaan kita kepada Tuhan? Tuhan tidak pernah melupakan janjiNya. Seringkali kita lah yang lupa akan perjanjian yang pernah kita buat dengan Allah.(ROR)

Refleksi: Gunakanlah kesempatan perayaan ulang tahun untuk mengingat kembali kesetiaan Allah dalam kehidupan Anda.