SETIA SELALU

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Lukas 12:43)

 

Injil Lukas mencatat pengajaran-pengajaran Yesus dengan cukup rinci dan agak berbeda dengan kitab-kitab Injil yang lain. Injil Lukas pasal 12 mencatat beberapa pengajaran khusus yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-muridNya. Salah satu pengajaran yang penting adalah mengenai kesetiaan. Melalui perumpamaan tentang hamba yang menanti-nantikan kepulangan tuannya dari perkawinan. Hamba yang setia adalah hamaba yang bersiap sedia menantikan kedatangan tuannya. Kapan pun tuannya pulang, hamba tersebut telah siap untuk membukakan pintu bagi tuannya. Bukan hanya membukakan pintu, tetapi hamba tersebut juga siap untuk melayani tuannya dengan menyediakan makan. Yesus menyebut hamba-hamba yang demikian itu sebagai hamba-hamba yang berbahagia. Melalui perspektif tuannya, hamba-hamba yang demikian adalah hamba-hamba yang dapat dipercaya. Hamba yang demikian tentu saja akan mendapat kepercayaan yang lebih besar lagi dari tuannya. Itu sebabnya ketika Petrus meminta supaya Tuhan Yesus memperjelas pengertian dari perumpamaan tersebut, Yesus mengungkapkan mengenai pentingnya karakter setia bagi seorang hamba yang akan diberikan kepercayaan untuk mengurus rumah dan menjadi pengawas atas segala milik dari tuan tersebut. Kebahagiaan seorang hamba adalah ketika dia mendapat kepercayaan lebih dari tuannya. Apabila tuannya tidak mempercayai seorang hamba, maka tinggal menunggu waktu saja, hamba tersebut akan dijual kepada orang lain dan tidak lagi berguna bagi sang tuan. Hamba yang demikian adalah hamba yang tidak melakukan tugasnya dengan baik dan didapati sedang melakukan hal lain ketika tuannya kembali.

Bila kita kaitkan dengan diri kita sendiri, perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus juga menjadi peringatan bagi kita untuk waspada. Secara jelas, perumpamaan ini mengungkapkan bahwa sebagai hamba Yesus Kristus, yang mendapat kepercayaan untuk mengurus “rumahNya” kita harus waspada dan senantiasa berjaga-jaga. Sebab kita tidak tahu kapan Dia akan datang kembali. Satu hal yang pasti adalah bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali, sebagaimana difirmankanNya. (ROR)

 

Refleksi:

Kapanpun Tuhan Yesus datang kembali, mari lah kita tetap setia menanti-natikan kedatanganNya dengan tetap melakukan tugas dan panggilan kita dengan setia.