RESPON YANG BENAR

“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, manun tidak putus asa
(2 Korintus 4:8)

 

Seorang pemuda tampak riang. Ia bernyanyi sambil berjalan pulang ke rumahnya. Saat itu telah senja tiba, sementara badannya tampak lusuh dan penat. Hal ini menarik perhatian para tetangga. Melihat suasana riang pemuda itu, seorang tetangga bertanya, “Ada apa? Kau tampak lelah, tetapi gembira?” Pemuda itu menjawab dengan enteng, “Kambing saya hilang. Ya, kambing saya yang paling gemuk tidak pulang.” Tetangga itu bertanya lagi, “Sudah kaucari?” Pemuda itu menjawab, “Tidak kutemukan, sampai capek aku mencari!” Merasa heran dengan situasi yang ada, tetangga itu bertanya lagi, “Tetapi, kenapa kau bernyanyi-nyanyi gembira?” Pemuda itu menjawab, “Ya, sebenarnya saya tidak begitu yakin, kambing itu sungguh hilang. Saya berharap, saya masih bisa menemukannya di semak-semak pinggir sawah itu.”                Kisah ini menunjukkan bahwa pemuda tersebut  tetap bersukacita meskipun kambing kesayangannya hilang. Ia sudah mencari dengan sekuat tenaga, tetapi hasilnya tetap nihil. Pilihan satu-satunya baginya adalah tetap bergembira. Bahkan ia bernyanyi sebagai ungkapan kegembiraannya itu. Ia tidak mau membebani diri dengan kesedihan yang mendalam.

Pendapat umum yang berkembang di tengah-tengah masyarakat mengatakan bahwa setiap proses dalam hidup ini akan mendewasakan hidup kita. Menurut  Penulis, hal itu sepenuhnya tidak benar. Hanya orang-orang yang memiliki respon yang tepat dalam setiap proses kehidupanlah, yang akan bertumbuh dewasa. Kita harus memiliki repon yang tepat dalam segala keadaan agar memperoleh hasil yang tepat.  Respon yang benar sangat penting  dalam menyikapi dan menghadapi tantangan apapun yang sedang terjadi dalam  kehidupan kita. Tekanan ekonomi, keluarga, sakit-penyakit, pekerjaan, mental-karakter, tuntutan hidup, usaha, masa depan bahkan hal-hal yang tak terduga. Terkadang Tuhan membawa kita dalam situasi yang sulit, justru untuk menunjukkan kemuliaan-Nya, kemampuan-Nya, kuasa-Nya bahkan mujizat-Nya serta berkat-Nya yang tak terduga, Tuhan menuntun dalam situasi dan kondisi yang tak terduga, tidak dikendaki, tidak diinginkan, supaya Dia dapat menyatakan kuasa-Nya. Pertanyaannya “apakah kita tetap memiliki respon yang benar ketika masalah dan pergumulan menghampiri kehidupan kita ?” (YG)

Refleksi :

Bukan situasi yang menentukan sikap kita tetapi sikap kitalah yang menentukan situasi !