APA YANG TIDAK KUMENGERTI, AJARKANLAH KEPADAKU

“ Apa yang tidak kumengerti, ajarkanlah kepadaku”

(Ayub 34:32)

 Pengenalan diri datang kepada kita dalam dua cara : dari diri sendiri dan dari Allah. Apa yang secara alami diinginkan oleh sebagian besar manusia adalah apa yang menyegarkan harga diri kita; apa yang tidak ingin kita mengalami adalah yang memastikan kegagalan kita. Bebebrapa diantara kita, tentu saja, tidak mendengarkan teguran Allah; sementara orang lain mendengar suara tersebut tetapi tidak memerhatikannya. Menyedihkan.

Kita dapat memperoleh segala macam pengetahuan dengan usaha sendiri. Kita memperkaya diri sendiri, belajar lebih dan lebih lagi tentang Allah dan dunia-Nya dengan mengamati ciptaan-Nya. Bukan hanya individu tetapi sekelompok orang – komunitas, jemaat orang-orang percaya, bahkan bangsa-bangsa – dapat bertumbuh terus, semakin memahami kehidupan di sekitar mereka. Jenis pengetahuan yang mereka peroleh adalah pengetahuan yang sesuai dengan kehendak mereka, pengetahuan yang ingin mereka pelajari.

Tetapi jenis pengetahuan lainnya hanya datang melalui tangan Allah. Komunitas dan bangsa-bangsa mendapat keuntungan dari bakat orang-orang yang jenius dan penemuan yang dihasilkan di antara mereka. Temuan-temuan yang besar membuka dunia baru dan melahirkan semangat bagi kehidupan itu sendiri. Bakat-bakat itu tidak datang secara kebetulan, tetapi merupakan pemberian Allah.

Pencaria akan hal-hal yang mendalam dan kebenaran akan kita sebut idealisme. Bangsa-bangsa yang diberkati dengan idealisme bertumbuh dan berkembang. Dipihak lain, bangsa-bangsa yang mengejar tujuan yang materialistik tidak memiliki kepeduluan kepada masalah kebenaran dan substansi, bangsa-bangsa itu akan merosot dan membawa bangsa lain kepada kehancuran.

Pengalaman itu sendiri adalah guru yang hebat, bahkan pengalaman yang buruk sekalipun. Peristiwa-peristiwa tragis dapat menjadi suatu berkat ketika kita belajar. Semua pengalaman kita datang dari Seorang yang telah membentuk kita berdasarkan gambar-Nya sendiri. Dialah Tuhan yang setiap saat dalam kehidupan ini mengangkat kita kepada pengetahuan yang sesungguhnya, idealisme yang sesungguhnya. (AL)

 

Refleksi :

Ya Allah, ajarlah kami menghitunghari-hari kami supaya kami beroleh hati yang bijaksana.