AKU BERSERU-SERU, TETAPI ENGKAU TIDAK MENJAWAB

“Allahku, aku berseru-seru pada waktu siang, tetapi Engkau tidak menjawab”

(Mazmur 22:3)

 

Pernah merasa tidak berdaya? Tidak menerima jawaban? Tentu saja saat seperti itu merupakan saat yang paling menyesakkan. Kita merasa sepertinya tidak ada seorangpun disana saat kita sedang memohon. Harapan langsung pudar menjadi keputusasaan. Bahkan orang percaya sekalipun terkadang merasa begitu tidak berdaya, begitu jauh dari Allah, ketika tiada seorangpun memberikan jawaban.

Waktu-waktu kesukaran seperti itu dapat saja mendorong tindakan berdoa dari orang-orang yang kehidupan beragamanya hanya diluaran saja. Tetapi ketika mereka tidak meneima jawaban, hasilnya adalah kekecewaan sebab mereka tidak mempraktikkan hubungan yang erat bersama dengan Allah. Mereka tidak mengerti jalan-jalan-Nya.

Namun orang-orang  yang mengenal secara mendalam kehadiran Allah di dalam kehidupan mereka, mengetahui bahwa persekutuan yang erat bukanlah sesuatu yang bergantung pada usaha mereka yang sangat kecil. Orang percaya yang demikian mengetahui bahwa persekutuan dengan Allah bergantung juga pada kehendak Allah. Usaha kita sendiri tidaklah cukup untuk menjamin kedekatan yang mendalam dan memuaskan; Allah juga harus menghampiri kita.

Anugerah bukanlah suatu kebiasaan yang kosong. Anugerah adalah suatu hal yang suci, yang tidak bergantung pada tingkah laku kita. Allah adalah Allah, bukan manusia. Apapun alasan Allah untuk tetap menjauh dari kita, pengalaman kita sendiri mengajar kita agar dapat menilai persekutuan kita dengan-Nya lebih tinggi lagi karena di waktu-waktu itulah kita tahu, dengan dalam, bahwa Dia tidak ada disana.

Ketidakhadiran-Nya membuat jiwa kita semakin rindu. Menerima Dia sekali lagi, setelah pengunduran diri-Nya, membuat jiwa kita dalam kepenuhan kasih-Nya. Tidak memiliki Dia disamping kita membuat keilahian-Nya lebih tidak terelakkan. Kita lebih menghargai kehadiran-Nya dengan sangat, saat menyadari sungguh-sungguh dukacita atas ketidakhadiran-Nya. (AL)

 

Refleksi :

Mengerti Dia dalam segala keadaan membuat kita paham dan menghargai keilahian-Nya.