BERPALINGLAH DARI PADAKU

“Dengarkanlah doaku, ya TUHAN dan…janganlah berdiam diri melihat air mataku!…Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku jiwaku disegarkan”

(Mazmur 39:13-14, Di Vries Version)

 

Membaca Mazmur 39 dapat menjadi pengalaman yang sangat mengejutkan. Disini Daud mengatakan bahwa jiwanya akan disegarkan jika Allah mengalihkan wajahNya dari dia – dan ini adalah Daud yang sama yang dikasihi Allah. Tidak ada perbedaan yang lebih besar selain dari perbedaan antara diri kita dengan Allah. Semua agama berusaha untuk membawa kita bersama dengan Yang Mahakuasa. Namun dalam perikop ini, Daud, yang diurapi Tuhan dengan sopan memohon kepada Allah untuk berpaling darinya supaya hidupnya kembali menjadi bersukacita.

 

Kesedihan Daud dalam perikop ini adalah suatu pukulan yang sangat berbeda. Bukannya berlari kepada Allah untuk kelepasan, Daud melihat Dia sebagai sang pencipta, dalam arti tertentu, kesukarannya. Jenis kengerian yang hebat seperti itu adalah suatu  jenis ketakutan yang hanya ada pada orang-orang percaya.

 

Bagaimanapun, mendekat kepada Allah dapat dipahami dalam dua cara. Di satu pihak, Dia memberi kita kebahagiaan, memuaskan kerinduan jika dengan kasih-Nya. Namun di lain pihak, murka-Nya teracung. Hanya orang-orang percaya yang dapat memahami rasa takut terhadap ketidaksenangan-Nya.

Pada waktu iman gagal dalam diri orang percaya, ketika kita merasa Kristus menarik diri, kita menemukan diri kita berhadapan muka dengan muka dengan keagungan Allah dalam murka-Nya. Pada titik tersebut kita merasakan kesakitan jiwa yang luar biasa seperti dalam perkataan Daud. Hanya orang-orang percaya yang dapat mengerti kesakitan itu.

 

Namun pada saat seperti inilah Roh Kudus masuk ke dalam hidup kita untuk sekali lagi menegakkan pelindung, yaitu Kristus Yesus. Pada saat itu, Allah yang mampu membuat murka-Nya menyambar lebih kuat daripada ledakan nuklir, menyatakan diri-Nya sebdiri secara intim kepada anak-anak-Nya yang sedang bersusah sebagai Abba, Bapa. (AL)

 

Refleksi :

Dalam kesusahan karena dosaku, datanglah sebagai Bapa yang baik bagiku