BERANI BAYAR HARGA

Tetapi sungguhpun kami sebelumnya, seperti kamu tahu, telah dianiaya  dan dihina di Filipi,  namun dengan pertolongan Allah kita, kami beroleh keberanian untuk memberitakan Injil Allah kepada kamu dalam perjuangan  yang berat..” (1 Tesalonika 2:2)

 

Polikarpus, seorang anak Tuhan yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan. Ia ditangkap oleh Pemerintah Romawi, kemudian diancam untuk dibunuh. Kepadanya ditanyakan: “Polikarpus, apakah engkau masih mau ikut Yesus? Kalau engkau tetap ikut Dia, saat ini engkau pasti tidak akan selamat. Tetapi jika engkau menyangkal Dia, engkau pasti akan selamat dari ancaman kematian.” Dengan tegas Polikarpus menjawab, “Pada usia 9 tahun aku telah mengenal kasih-Nya, sekarang aku telah berusia 84 tahun, aku tidak pernah disakiti-Nya, bagaimana mungkin aku menyangkal Dia?” Polikarpus memiliki alasan yang kuat untuk mengikut Yesus dan tidak mau melepaskanNya. Ada pernyataan yang menyebutkan bahwa untuk sesuatu yang berharga, seseorang pasti rela membayar berapa saja atau melakukan apa saja, asalkan hal itu menjadi miliknya.

Dalam memberitakan Injil, Paulus mendapat banyak sekali tantangan dari pihak luar. 1 Tesalonika 2:1-12 Paulus memaparkan pembelaannya terhadap tuduhan-tuduhan dari pihak yang tidak senang dengan pemberitaan Injil yang dilakukan oleh Paulus. Baik tuduhan bahwa Paulus memberitakan kebohongan maupun mementingkan diri sendiri (mencari keuntungan pribadi). Paulus memberikan teladan dalam melayani Tuhan. Ia tidak mencari keuntungan pribadi dan selalu berusaha memberitakan kebenaran Injil kepada jemaat. Paulus ingin mengungkapkan fakta bahwa sebagai pemberita Injil ia harus menghadapi konsekuensi yang cukup berat yaitu ditangkap, diadili, dipenjara, difitnah. Selain itu, Paulus juga menunjukkan perjuangannya yang begitu berat ketika Paulus memberitakan Injil di Filipi sebelum ia memberitakan Injil di Tesalonika. Meskipun demikian, Paulus dan rekan sepelayanannya tetap melanjutkan pemberitaan Injilnya.

Setiap tugas dan tanggung jawab yang Allah percayakan kepada kita ada konsekuensinya jika dilakukan sesuai dengan kehendakNya. Perikop ini mengajak kita memeriksa diri. Apakah tugas dan tanggung jawab yang kita terima sudah dilaksanakan sebaik mungkin? Apakah sudah dilakukan dengan benar dan dengan motivasi yang murni? Apakah memberikan dampak positif terhadap orang lain atau hanya untuk kepentingan pribadi saja? (RCM)

 

Refleksi : Ada harga yang mahal yang harus dibayar jika ingin hidup berkenan kepada Tuhan.