KEKUATAN DARI ALLAH

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia  yang memberi kekuatan  kepadaku.(Filipi 4:13)

 

Berbagai peristiwa datang dan pergi dalam kehidupan kita. Tidak selalu langit terlihat biru. Ada saatnya langit terlihat gelap dan kelam. Demikian juga dalam kehidupan setiap umat manusia. Suka dan duka mewarnai kehidupan kita. Pada waktu mengalami keadaan baik kita biasanya merasa nyaman dan tenang, akan tetapi ketika kesulitan dan persoalan melanda hidup kita maka diperlukan kekuatan untuk menghadapinya

Nats ini merupakan pengakuan dari seorang murid dan rasul Tuhan Yesus terhadap pengalaman hidupnya. Hidup di dalam Tuhan bukanlah hidup yang dipenuhi dengan kesenangan dunia. Bahkan dunia ini membenci mereka yang hidup dalam Tuhan, karena dunia ini telah jatuh kepada penghujatan kepada Tuhan. Oleh karena itu orang yang mau hidup sesuai dengan perintah-perintah Tuhan dikucilkan, dihindari, bahkan dianiaya. Pengakuan Paulus ini bukan suatu keputusasaan, tetapi mengandung harapan, mengandung kekuatan karena memiliki pijakan iman. Pijakan janji setia Allah kepada mereka yang mau bertahan di dalam Dia. Nats hari ini mempunyai pasangan yang tertulis di dalam Injil yang berbunyi ‘di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa’. ‘Without Him we can do nothing; in Him we can do everything’ (= tanpa Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa; di dalam Dia kita dapat melakukan segala sesuatu)! Iman meliputi pengabdian pribadi yang sepenuh hati dan ikatan kepada Yesus Kristus yang terungkap dalam kepercayaan, kasih, rasa syukur, dan kesetiaan.

Kita harus menyadari bahwa tanpa Tuhan takkan sanggup mengatasi semua permasalah yang kita alami, tetapi bersama Tuhan Yesus, Dia akan memberikan kekuatan pada Kita. Akan lebih baik kalau orang percaya itu mengalami penderitaan dan cobaan dari pada selalu hidup dalam situasi aman dan tentram. Karena cobaan dan penderitaan baik bagi iman orang percaya, baik untuk membuktikan kesetiaan kita kepada Allah. Justru di dalam kelemahan dan ketidakberdayaan kita, kasih Allah menjadi makin nampak dalam hidup kita. Iman harus dibarengi dengan tekad untuk bertahan dalam setiap cobaan dan penderitaan. Tekad untuk setia, tekad untuk memegang teguh iman percaya, membuat jiwa kita kuat, hati kita memiliki isi, memiliki jangkar yang kuat pada saat angin dan gelombang kehidupan menerpa dan menyapu kapal kehidupan kita. Kekuatan tekad orang percaya bukan berasal dari dalam dirinya sendiri. Kekuatan tekad itu datang dari Tuhan. (RCM)

Refleksi : Berpalinglah dan bersandarlah pada kekuatan Allah, dan jangan menyandarkan diri pada kekuatan dan kemampuan diri sendiri.