APA ARTI KATA YESUS?

“Maka jawab Simon Petrus: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

(Matius 16:16)

 

Suatu hari, Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya: ”Kata orang, siapa Anak Manusia itu?” Murid-murid Nya menjawab: “Ada yang mengatakan Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi” Tapi kemudian Tuhan Yesus bertanya lagi “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Di dunia kita saat ini, banyak versi tentang siapa Yesus. Ada yang melihat Yesus adalah seorang nabi semata, yang sama seperti manusia lainnya. Nabi yang dikirim oleh Tuhan untuk meluruskan jalan orang yang, pada zamannya, membutuhkan Firman Tuhan. Saat ini sudah ada nabi lain setelahnya. Ada yang melihat Yesus hanyalah seorang tokoh sejarah. Mereka mengakui Yesus pernah hidup di dunia. Mengakui dia pernah memberikan ajaran yang luar biasa. Tapi hanya sebatas manusia yang terkenal saja. Sama seperti tokoh RA Kartini, misalnya, ajarannya bagus, perlu dikenang, tapi hanya sampai disitu saja. Ada yang melihat Yesus sebagai pembebas, percaya kalau Yesus pernah mati demi dosanya, maka dosanya diampunkan, tapi itu masa lalu. Dosa saya diampunkan, syukurlah. Saya bebas melakukan apa saja, karena telah diampunkan dosanya. Ada yang melihat Yesus sebagai tokoh suci, patut dipuji, dan patut diagungkan. Kalau ke tempat ibadah, maka dia adalah tokoh yang besar, tetapi dalam kehidupan ada tokoh lain yang lebih hebat.

Semua ini adalah pendapat orang lain.

Tetapi menurut kamu: “Siapa Yesus?” Apa yang ada dibenak kita ketika kita diberi pertanyaan seperti ini? Bagaimanakah kita menjelaskan siapa Yesus menurut pengertian kita, menggunakan kata-kata kita sendiri? Apakah kita sejujurnya menjawab seperti Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.”

Apakah kita meyakini pernyataan ini? Sudahkah kita menempatkan Tuhan Yesus sebagai raja dalam kehidupan kita? Apakah Tuhan Yesus turut berkarya dalam segala aktivitas kita?  (AS)

 

Refleksi :

Doa Tuhan Yesus: “…Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan…” (Yohanes 17:24)