MEMANDANG TUHAN

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

(Ayub 42:5)

 

Dalam situasi yang sukar dan penuh dengan penderitaan tidaklah mudah untuk memandang kehidupan dengan jernih. Masalah yang datang pada setiap orang akan memberi pengaruh dalam kehidupannya. Sekalipun orang tersebut memiliki kedudukan atau kekayaan tidak menjadikan seseorang terhindar dari masalah atau pergumulan hidup. Masalah dapat dialami oleh anak-anak, pemuda atau orang dewasa, semuanya akan menghadapi tantangan dalam hidup.

 

Nas hari ini menceritakan kehidupan Ayub yang disebutkan dalam Alkitab adalah seorang saleh yang tidak luput dari masalah. Melalui masalah atau pergumulan hidupnya, Ayub mengungkapkan bahwa  Allah yang ia percayai selama ini adalah Allah yang hidup dan mampu melakukan sesuatu yang tak pernah dia pahami. Dia dengan jujur mengatakan, hanya dari kata orang saja aku mendengar Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.  Justru dalam masalah iman pengharapan Ayub kepada Tuhan diteguhkan. Ayub tetap tegar dan tidak menyalahkan Tuhan ketika ia mendapat banyak masalah dalam hidupnya, seperti kebangkrutan, kehilangan anak, sakit, dihina istri  dan sahabatnya. Ayub minta ampun ketika Tuhan menegur atas usahanya mencari pembenaran diri. Proses pergumulan hidup yang dialami Ayub menjadikan dia  mengalami secara pribadi kasih dan kebesaran Tuhan dalam hidupnya. 

 

Adalah penting memiliki keyakinan akan kemahakuasaan Allah dalam hidup ini. Ketekunan dan kesabaran yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang baik. Harapan akan penyertaan dan pertolongan Tuhan menjadi dasar bagi kita untuk terus mempercayai kasih dan anugrahNya.  Sebagai individu yang berada di lingkungan Universitas Kristen Maranatha pasti kita tidak luput dari masalah atau pergumulan hidup. Tetaplah berharap dan mempercayai Tuhan sebagai Pemilik hidup yang menjadikan kita mengalami kasih-Nya. (RZA)

 

Refleksi :

Percayalah kepada Tuhan maka kita akan mengalami kuasa-Nya