GIDEON MENGANDALKAN TUHAN

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: “Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan KU-selamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.”

(Hakim-hakim 7 : 7)

Terkadang dalam hidup, kita merasa tidak bisa apa-apa dan bukan siapa-siapa. Merasa pendidikan kita rendah, miskin, tidak punya banyak pengalaman dan masih banyak lagi deretan kekurangan yang bisa di data dalam sebuah tulisan. Kita sering lupa bahwa Tuhan memakai kita bukan karena kemampuan atau kelebihan kita, tetapi Tuhan mau memakai siapa saja yang siap dan senantiasa mengandalkan Tuhan. Di dalam kekurangan dan keterbatasan janganlah putus asa dan berkecil hati karena Tuhan yang akan menolong dan memampukan kita dalam menjalankan setiap hal yang Tuhan percayakan

 

Dalam ayat sebelumnya diceritakan Gideon menyuruh rakyat untuk minum air, dan berfirman Tuhan kepadanya: Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum. Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang. Allah berfirman dengan ketiga ratus orang akan menyelamatkan bangsa Israel. Allahlah yang berperang menghadapi musuh dan melindungi mereka sesuai dengan janjiNya. Ketika kita berperang dengan cara ALLAH, maka kemenangan sudah pasti menjadi milik kita. Mengandalkan Tuhan adalah pilihan utama dalam kehidupan manusia dengan berbagai macam persoala hidup.

 

Mengandalkan Tuhan adalah  menaruh harapan kepada Tuhan yang senantiasa akan menolong apa yang  kita kerjakan. Sebagai seorang pekerja atau pemimpin mungkin kita pernah mengalami keputusasaan dalam menjalankan tugas tanggung jawab. Dari pengalaman Gidion berserah kepada bersama Tuhan saat menghadapi musuh, hal ini dapat mendorong kita untuk mengandalkan Tuhan dalam dalam segala hal. (RZA)

 

 

Refleksi :

Mengandalkan Tuhan adalah menaruh harap kepada Tuhan dalam segala hal.