Takut akan Tuhan

Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha menyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu.

(2 Korintus 5:11)

 

Masih banyak orang Kristen mempunyai persepsi yang salah tentang arti takut akan Tuhan. Kebanyakan orang Kristen mendefinisikan takut akan Tuhan dengan ketaatan melakukan perintah Tuhan karena rasa takut akan memperoleh hukuman. Padahal rasa takut akan Tuhan yang benar harus lahir karena hubungan bukan karena takut akan adanya hukuman. Menurut Martin Luther, orang biasa tidak akan mempunyai ketakutan yang didorong oleh penghormatan kepada Allah. Secara Alkitabiah, takut akan Tuhan berbicara tentang kekuatan, kebesaran, otoritas dan kekudusan Tuhan. Takut akan Tuhan adalah wujud ketakutan yang sehat. Artinya kita menghormati Dia, patuh dalam penghakimanNya atas dosa-dosa kita, berpegang pada Dia, mengenali Dia sebagai Tuhan yang absolut dan memuliakanNya. Takut akan Tuhan akan membawa kita lebih dekat pada Tuhan, bukan menjauh dariNya.

 

Paulus mengatakan “Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan…,” Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang belajar apa adanya dan terbuka bagi Allah. Orang yang apa adanya tidak berorientasi kepada kemuliaan diri (ayat 12). Pujian kepada diri sendiri bisa terjadi pada siapapun yang sudah sukses dan berprestasi yang cenderung memuji dan membanggakan kehebatan diri. Kita harus ingat bahwa semua adalah karena anugrah Tuhan, sehingga tidak ada pujian untuk diri sendiri, tidak ada orientasi untuk membanggakan diri sendiri. Rasul Paulus menyadari bahwa ia tidak ada apa-apanya dan merasa paling berdosa. Inilah anugrah Tuhan, bukan membuat orang semakin sombong tetapi semakin menyadari ketidakberdayaannya.

 

Sebagai warga kampus Universitas Kristen Maranatha, nasihat Paulus untuk takut akan Tuhan menjadi pegangan setiap orang yang berkarya. Pelayanan yang kita kerjakan bukan karena sekedar kewajiban dan kedisiplinan belaka tetapi dilandasi ketaatan kepada Tuhan. Tentunya dasar ini yang memotivasi kita untuk memberikan yang terbaik dan melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab. (RZA)

 

Refleksi :

Takut akan Tuhan menjadi landasan setiap tindakan kita.