JANGAN MEMFITNAH

Rabu, 20 Agustus 2014

JANGAN MEMFITNAH
“Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.” (Yakobus 4:11)

Fitnah, bisa terjadi pada siapa saja. Baik dari kalangan orang terdidik maupun yang tidak terdidik. Apakah seorang yang sudah orang percaya atau orang yang baru saja percaya. Dalam kenyataannya sering perselisihan timbul di tengah masyarakat atau jemaat sebagai akibat dari fitnah? Fitnah tidak hanya sekedar menyebarkan berita buruk, tetapi juga bisa mengadu domba dan memutar balikkan fakta. Karena itulah fitnah memang sangat berbahaya dan menyebabkan hal yang tidak baik.

Yakobus dalam nas ini mengingatkan Jemaat untuk tidak saling menghakimi dan saling menfitnah. Kata “fitnah” dapat berarti membicarakan hal-hal yang buruk tentang seseorang tanpa sepengetahuan orang tersebut. Hal yang disampaikan bisa saja benar, separuh benar, atau pun bohong. Memfitnah saudaranya dianggap mencela hukum maksudnya yaitu mencela orang (baik di depan maupun di belakang orang itu) karena ia tidak hidup sesuai dengan pandangan kita, padahal Kitab Suci tidak melarang tindakan orang itu. Jika seseorang dicela karena ia hidup tidak sesuai dengan Kitab Suci, maka itu tentu tidak apa-apa. Tetapi jika seseorang dicela karena ia tidak hidup sesuai pandangan kita yang tidak ada dalam Kitab Suci, maka itu adalah memfitnah yang dimaksudkan oleh Yakobus di sini.

Hari ini kita sebagai umat Allah diingatkan untuk tidak memfitnah atau saling
menghakimi satu dengan yang lainnya. Mengapa? Karena hanya Tuhan yang layak untuk menghakimi tiap perbuatan manusia dan akibat fitnah akan memecah belah hubungan dan merusak tatanan yang baik. Bukankah, sering terjadi, manusia menghakimi sesamanya tetapi menolak penghakiman orang lain atas dirinya. Sebagai warga kampus mari kita menciptakan suasana yang kondusif dengan tidak saling memfitnah.(RAP)

Refleksi:
Jangan mau menjadi pemecah belah.