JANGAN ADA DUSTA DIANTARA KITA

Kamis, 21 Agustus 2014

JANGAN ADA DUSTA DIANTARA KITA
“ dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu”  (Titus 2:7)

Kejujuran berasal dari kata jujur. Jujur merupakan suatu kebiasaan / sifat yang selalu menyerukan kebenaran, mengatakan fakta yang sebenarnya, selalu melakukan yang benar, mengatakan yang sebenarnya dengan ketulusan. Kejujuran (truthfulness) berasal dari kata Inggris kuno treowe, sehingga lahir dari kata true(benar), trust(percaya), throth(adil). Kebenaran tidak akan berubah, kekal adanya namun fakta dapat berubah. Bunglon berwarna hijau ketika bertengger di atas sehelai daun, dan bunglon menjadi berwarna coklat ketika bertengger di ranting sebuah pohon. Faktanya bunglon akan berubah-ubah warna kulitnya sesuai dengan lingkungan di mana bunglon berada. Namun, prinsip bahwa bunglon memiliki sifat asli yang dapat berubah warna kulitnya merupakan kebenaran yang tidak dapat dipungkiri dan tidak dapat berubah.

Seorang pemimpin harus memegang prinsip kejujuran. Kejujuran tidak hanya tercermin dari kata-kata. Kata-kata dapat dengan mudah memperdaya. Kejujuran harus tercermin dari segenap aspek. Ketidakjujuran dapat dilakukan bukan hanya dengan berkata-kata, namun tidak berkata apa-apa pun dapat merupakan suatu sikap yang tidak jujur. Mengapa pemimpin harus jujur? Kejujuran akan membawa reputasi bagi seorang pemimpin. Kedudukan sebagai pemimpin memberikan kekuasaan untuk dipatuhi oleh bawahannya, namun karakter yang membuat seorang pemimpin dipercayai dan dikagumi.

Apabila kita ditempatkan Tuhan sebagai pemimpin, sudahkah kita terus menguji diri kita mempraktikkan kejujuran dalam kepemimpinan kita? Sudahkah kita memberikan teladan yang baik kepada lingkungan di tempat kita bekerja baik itu terhadap sesama rekan kerja, atasan, bawahan dan mahasiswa? (LS)

Refleksi :
Kejujuran adalah aturan terbaik – George Washington.