PENGENDALI PIKIRAN

“ Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita” ( Ibrani 4:12)

 Pernahkah kita menyadari bahwa melalui kata-kata dapat menimbulkan akibat yang sangat dahsyat bagi kehidupan kita:  Keberhasilan atau kegagalan. Kata-kata adalah cerminan dari hati dan pikiran kita. “Sikap dalam hati dan pikiran kita lebih penting daripada hal yang tampak di luar”(Anonim).

Sebagai ilustrasi, setiap orang pernah bermimpi. Dalam mimpi buruk mungkin seseorang berjumpa dengan orang-orang yang tidak disukai dan yang menghalangi dalam mencapai tujuan. Sebaliknya, dalam mimpi baik muncul perasaan sukacita, cahaya yang menyinari langkah kehidupan seseorang. Mimpi-mimpi seperti itu menunjukkan hal apa yang ada di pikiran kita. Pikiran  merupakan misteri yang tersembunyi, sekalipun diungkapkan dalam ekspresi berupa senyuman. Pikiran sifatnya individual atau pribadi yang tidak mungkin di ganggu oleh orang lain. Melalui pikiran, kita juga memiliki kemampuan untuk memperkirakan keberhasilan atau kegagalan.

Melalui ayat di atas, sebagai manusia tidak ada yang bisa membaca isi pikiran Allah, namun kita bisa merasakan pengaruh pikiran-Nya terhadap kita. Bagaikan kecambah yang tumbuh dari tanah gembur, berawal dari perkataan kemudian terungkap melalui  tindakan, semuanya muncul dari tanah pikiran kita yang paling dalam.

 

Sikap yang baik atau yang buruk dari kita ditentukan oleh pengendalian diri kita. Kurangnya pengendalian diri dapat menyebabkan kegagalan dan dapat menghancurkan diri sendiri bahkan menghambat kemajuan.

Oleh karena itu alangkah baiknya kita bersedia mengkoreksi penyebab kegagalan bahkan keberhasilan pada masa lalu. Walaupun keberhasilan dapat terjadi melalui  mujizat, tanpa mengurangi keyakinan kita pada Allah sang Pencipta. (ROP)

Refleksi : Saudaralah yang pegang kendali.