TANTANGAN DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN

“ …Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan. Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga” (Nehemia 6:9b)

 Suatu perbuatan yang baik, belum tentu secara langsung dapat diterima oleh orang lain. Bahkan tidak jarang, suatu perbuatan yang baik, dengan motivasi yang murni, dicurigai mempunyai maksud-maksud yang tersembunyi. Dan yang lebih menyedihkan, kalau kecurigaan itu justru muncul dari orang yang bekerja sama untuk melakukan hal-hal yang baik. Hal itulah yang dialami oleh Nehemia, pada saat ia berencana membangun tembok kota Yerusalem yang hancur.

Siapakah Nehemia? Nehemia adalah seorang pegawai tinggi di istana Arthasasta (2:1). Nehemia diutus untuk memperbaiki tembok Yerusalem, namun mendapat tantangan dari beberapa pejabat yang ingin menggagalkan pembangunan tembok tersebut. Bahkan Nehemia difitnah dan direncanakan untuk dibunuh.

Tantangan yang dihadapi Nehemia bukan hanya berasal dari lawan-lawannya. Bahkan dari kalangan imam Yahudi sendiri mencelanya. Nehemia bisa mengatasi semua lawan sehingga tembok Yerusalem dapat diselesaikan. Hal itu terjadi karena ia menyandarkan pekerjaannya pada Allah (6:16). Dengan bantuan Allah, Nehemia mampu menyelesaikan pekerjaannya.

Dalam melaksanakan tugas, baik sebagai pemimpin maupun karyawan, kita selalu dihadapkan dengan berbagai tantangan, baik dari luar maupun dari dalam. Namun hal itu tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk mundur. Kecurigaan, iri hati, dan sebagainya, dapat terjadi. Namun sebagai pengikut Tuhan kita harus menyadari tantangan itu dan tetap berusaha menjalankan tugas yang mulia dengan tetap bersandar pada kekuatan Allah. (ROP)

RefleksiAndalkan Tuhan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.