DISADARI DAN DIANUGERAHKAN KEMAUAN MENGATASI BLIND SPOT

“Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” (Filipi 2:13)

 Saya kenal baik dengan seorang pemimpin beberapa organisasi. Dia berhasil dalam bidang-bidang yang dipimpinnya, dan menjadi mentor berbagai group, sesuai dengan kecerdasan majemuk dan talenta yang Tuhan berikan kepadanya. Dialah seorang pelopor di bidangnya, yang berhasil mencapai beberapa achievement sebelum ada seorang pun di Indonesia yang dapat mencapainya. Pemimpin ini adalah lulusan Universitas Kristen Maranatha juga. Sebagai alumni, dia minta waktu untuk saya mendoakannya. Dia mengaku bahwa walaupun dia punya hubungan baik dengan orang-orang yang dipimpin, namun ada seseorang dalam hidupnya yang dia hindari. Tetapi dia mengatakan, “Saya ingin mengasihi orang itu.”

 Waktu orang ini menyampaikan keinginan tersebut dari lubuk hatinya, saya teringat akan kata-kata di Filipi 2:13. Saya kemudian mendoakannya dengan keyakinan bahwa Tuhan pasti menganugerahkan kemampuan itu kepadanya karena itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Menarik, bahwa kurang lebih dua minggu setelah itu, dia meminta saya mendoakannya agar semakin rendah hati. Sekali lagi, dia dapat membedakan saat-saat bertindak tanpa rasa angkuh karena Roh Kudus menyadarkannya bahwa ada peristiwa dimana dia kurang menunjukkan kerendahan hati. Dalam ayat 5-8 rasul Paulus menceriterakan kebenaran akan kerendahan hati Yesus, yang “merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati” (ayat 8). Atas dasar kerendahan hati dan ketaatan-Nya, rasul Paulus menasihatkan kepada kita “hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.”

Lalu orang itu kembali meminta saya mendoakannya. Sambil meneteskan air mata, dia ingin belajar hidup taat kepada Tuhan, dan itu membawa sukacita dalam hidupnya, sekalipun melalui pengorbanan. Dia belajar mengikuti teladan Yesus. Setiap langkah ini merupakan lapisan-lapisan hatinya yang tadinya adalah blind spot  kemudian disadarkan oleh Roh Kudus. (CG)

 Refleksi: Izinkan Roh Kudus membantu kita menyadari blind spot dan memberi kemauan agar hidup dalam kasih, kerendahan hati, dan ketaatan.