PENYERTAAN TUHAN SETIAP SAAT

“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda:  Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel (Yesaya 7:14) …dan mereka akan menamakan Dia Imanuel –yang berarti: Allah menyertai kita.” (Matius 1:23)

 Dari kedua ayat tadi yang ditulis oleh 2 orang berbeda (Nabi Yesaya dan Matius), dalam selisih waktu 700 tahun.  Ada kata yang menarik dalam kedua kitab itu : Imanuel yang berarti Allah menyertai kita.

Kata “Imanuel” dipakai juga ketika Allah menyertai Abraham,  Kej 21:22 Aku menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan.  Allah menyertai juga Musa, Kej 33:15  ..jika Engkau sendiri tidak membimbing kami.  Bahkan Tuhan Yesus mengucapkannya, dalam Mat 18:20 Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Mengapa Allah mau menyertai kita? Bila ditelusuri maka kata Imanuel, terdiri dari Im = (menemani, mengawal, menjaga, mengelilingi).  Mannu = (manna/roti surga, memberikan roh kehidupan, napas kehidupan, memberikan kehidupan pada tubuh).  Sedangkan El = (Elohim, Allah yang maha kuasa di sorga dan di bumi).  Berarti Allah mau agar Roh KehidupanNya dapat menemani, mengawal, menjaga, mengelilingi dan ada di dalam kehidupan kita sehari-hari.  Suatu kehormatan yang luarbiasa, Allah semesta alam, Allah yang maha kuasa, mau menyertai kita.  Ini suatu anugrah yang besar yang harusnya kita syukuri.  PenyertaanNya tidak tanggung-tanggung, terus-menerus sampai kepada akhir zaman.  Sebagai orang percaya, sebetulnya dapat hidup tenang, walau sekitar kita bergoncang, mengancam setiap saat, karena kita memiliki Allah yang mengawal setiap saat.  Sepanjang sejarah dilihat dari Alkitab, penyertaan Allah memang tiada henti-hentinya, mulai dari penciptaan, kejatuhan manusia dalam dosa, kehidupan bangsa Israel,   kehidupan Tuhan Yesus, kehidupan gereja, sampai nanti akhir zaman.

Masalahnya seringkali kita mengabaikan penyertaan Tuhan,  tidak mau dipimpin olehNya, menjauhkan diri dari hadiratNya, mengambil jalan sendiri, lepas dari komunitasNya.  Mari kembali…!(TMZ)

 

Refleksi : Ingat selalu bahwa penyertaan Tuhan senantiasa sampai kepada akhir zaman, jangan abaikan tuntunan-Nya setiap saat.