JUJUR TERHADAP DIRI SENDIRI

Jumat, 22 Agustus 2014

JUJUR TERHADAP DIRI SENDIRI

“Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau” (Mazmur 25:21)

Saat membaca buku Character First yang diterbitkan pada tahun 1997 oleh
Character Trainning institute, saya sangat terkesan dengan sebuah cerita
mengenai Singa Afrika. Singa menyatakan kejujuran melalui beberapa anggota tubuhnya: ekor, telinga, dan bibir. Apabila singa mengangkat sebelah bibirnya menandakan bahwa singa hanya merasa gusar sedikit. Sedangkan kalau kedua bibirnya diangkat ke atas mulutnya dan mengerutkan hidungnya lalu memamerkan giginya yang besar dan tajam berarti singa bisa menyerang. Melalui panca inderanya singa memancarkan suasana hatinya. Singa jujur terhadap dirinya sendiri. Seekor singa tidak dapat berpura-pura mengangkat sebelah bibirnya pada saat hatinya panas dan sangat marah ingin menyerang.

Ilustrasi di atas menginspirasi penulis untuk kembali belajar jujur. Pelajaran yang dapat dipetik dalam pelajaran di atas adalah bagaimana kita dapat jujur terhadap diri sendiri. Bersikap sesuai dengan apa yang memang ada dalam suasana hati kita. Manusia seringkali tidak jujur. Jangankan terhadap orang lain, seringkali terhadap dirinya sendiri pun tidak dapat bersikap jujur. Pengingkaran diri sering dilakukan. Berpura-pura gembira padahal hati sedang bersedih, berpura-pura baik padahal sedang merencanakan suatu hal yang kurang baik.

Marilah kita sama-sama belajar untuk jujur. Pertama-tama kita belajar jujur
terhadap diri sendiri. Jujur terhadap diri sendiri dapat dilakukan dengan cara
menerima apa adanya atas apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Melekat pada Pencipta kita, membuka hati kita di hadapan Tuhan agar Dia menyatakan kebenaran. Dialah Allah yang jujur sumber segala kebenaran. Suatu syair lagu yang begitu indah mengungkapkan “Jiwaku terbuka untukmu Tuhan, slidiki nyatakan segala perkara, singkapkan semua yang terselubung…”.

Mari Bapa selidiki hati kami, agar kami senantiasa dapat menjaga kejujuran
dihadapanMu. (LS)

Refleksi:
Berbuatlah jujur, jangan sampai luntur, itulah sikap yang luhur.