3 KUNCI SUKSES ALA DANIEL

“Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya.  Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.” (Daniel 6:11)

 Daniel seorang pemimpin yang memiliki roh yang luar biasa.  Pada waktu itu dia dipilih oleh raja Darius, seorang raja Media-Persia.  Dia dijadikan salah seorang dari 3 Pejabat Tinggi Raja.  Dia membawahi 120 Wakil Raja dan mengasuh wakil-wakil raja ini.  Suatu saat, 2 pejabat tinggi (rekan kerja) dan 120 wakil raja ini bermufakat untuk menjatuhkan dia, karena dia adalah seorang tawanan namun dijadikan pemimpin.  Mereka iri, karena raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.  Walau Daniel mendapat masalah besar, dia memiliki 3 kunci sukses untuk menjadi pemimpin di tengah segala rintangan dan ancaman.

Kunci sukses pertama : Berdoa.  Dia sadar kemampuan yang dimilikinya bukan berasal dari dirinya sendiri, tetapi diberikan oleh Allah untuk memberkati semua orang.  Dia lebih bersandar kepada penciptaNya yang menjadi sumber hikmat, pengetahuan.

Kunci sukses kedua : Memuji Allah.  Walau ditengah persoalan, rintangan, masalah besar sekalipun, dia tetap bersyukur memuji Allah.  Dia percaya kepada Allah, persoalan merupakan bagian dari hidup, rintangan adalah tantangan, masalah merupakan ujian untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi.  Dia percaya, Allah dapat mengatasi semuanya.

Kunci sukses ketiga : Tetap melakukan kedua hal itu seperti biasa, artinya Tekun/Konsisten/Setia.  Jangan hanya ketika susah, kita datang padaNya. Berdoa dan memuji Allah harus menjadi bagian hidup orang yang percaya.

Dimanapun kita berada, kondisi apapun kita ditempatkan, kita dapat berkarya bagi sesama untuk kemuliaanNya.  Bersandar kepada Tuhan dalam menjalankan tugas, bersyukur kepadaNya atas potensi, talenta, kesempatan yang diberikanNya untuk berkarya, dan konsisten melakukan mandat yang dipercayakanNya apapun kondisinya. (TMZ)

 

Refleksi : Kita adalah pemimpin, minimal memimpin diri sendiri atau keluarga.  Sudahkah kita memberikan teladan yang baik seperti Yosua.