MEMINTA BUKAN UNTUK JADI KAYA

“Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.” (Amsal 23:40)

“Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” (Lukas 12:15)

Andai, suatu saat Tuhan datang pada saya, dan menawarkan:   Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu?  Sebagian akan berkata, kebahagiaan, kesuksesan, kesehatan, panjang umur, mungkin juga saya butuh kekayaan atau banyak uang.  Coba perhatikan ketika seseorang ulang tahun, saat ‘make a wish’ atau melayangkan permintaan.  Keinginan yang berulang tahun, biasanya tidak jauh dari yang dikatakan tadi.  Sebagai pengusaha, mungkin akan berdoa, “Tuhan berilah aku modal yang besar, berikan aku untung yang banyak!” Sebagai pemimpin, mungkin berdoa, “Tuhan berikan aku kehormatan, kepintaran!”

Kita perhatikan Salomo (1 Raja-raja 3:5), ketika Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam, di Gibeon. Saat itu Tuhan menawarkan: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu”. Salomo tidak meminta umur panjang, kekayaan, nyawa musuh, atau hal-hal material lainnya. Tetapi, Salomo meminta agar Tuhan memberinya “hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Nya” (1 Raja-raja 3:9) atau “pengertian untuk memutuskan hukum” (1 Raja-raja 3:11).

Permintaan Salomo sangat berkenan dimata Tuhan, karena mengutamakan panggilan pelayanannya sebagai raja/pemimpin. Ia tidak meminta umur panjang, bila hatinya menjauh dari Tuhan.  Ia tidak meminta kekayaan, bila sikapnya menjadi tamak. Ia tidak minta kekuasaan, bila tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Salomo hanya meminta ‘hikmat Tuhan’, karena diperlukan dalam kehidupan, apalagi sebagai raja.  Hal yang luarbiasa, Tuhan bukan saja memberikan hikmat, namun memberikan bonus berupa kekayaan, umur panjang, dan kemuliaan (1 Raja-raja 3:13).   Wejangan dari (Amsal 23:4) Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini.  Tentu ini merupakan pengalaman pribadi Salomo dan pengamatannya selama hidupnya. (TMZ)

 

Refleksi : Tuhan Yesus, aku memohon kepada-Mu, berikanlah kami hikmat untuk membedakan mana yang benar dan salah, yang berkenan kepadaMu.