MELEMPAR JUBAH KEPEMIMPINAN

“Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya. “ (1 Raja-raja 19: 19)

 Peristiwa pergantian kepemimpinan adalah moment penting dalam sebuah organisasi baik pemerintah maupun swasta. Biasanya dalam rangka menyambut hari-hari pemilihan kepada daerah (Pilkada) begitu banyak orang yang terlibat untuk mensukseskan acara suksesi kepemimpinan. Hal yang baik adalah seorang pemimpin mempersiapkan generasi pemimpin berikutnya dan ikut mendukung setiap program kerja yang baik untuk kesinambungan organisasi atau lembaga.

 Tindakan Elia melempar jubahnya menunjukkan simbol permintaan Elia kepada Elisa untuk menjadi penerus pelayanannya. Respon Elisa dengan lemparan jubah adalah segera meninggalkan lembunya dan berlari mengikuti Elia. Sebuah sikap antusias dalam merespon panggilan Tuhan, Elisa tidak menunjukkan keberatan atas panggilan Tuhan dalam dirinya. Elisa lahir dari keluarga seorang petani dan tidak ada tanda-tanda bahwa ia akan menjadi seorang nabi yang penuh kuasa tetapi Allahlah yang berdaulat untuk memilih dan memanggil Elisa. Keputusan Elisa untuk meninggalkan pekerjaan dan keluarga untuk melayani Tuhan bersama Elia adalah sebuah komitmen. Semangat dan komitmen Elisa dibuktikan dengan ia mengambil pasangan lembu dan menyembelihnya serta memasak daging dan memberikan kepada orang banyak untuk memakannya. Lalu ia bersiap mengikuti Elia.

Upaya yang dilakukan seorang pemimpin untuk mempersiapkan suksesi pemimpin adalah bukti dari kualitas kepemimpinan yang dimiliki seorang pemimpin. Namun jangan lupa bahwa Allah berdaulat dalam setiap kehidupan dan  kepemimpinan, hal ini bisa kita lihat bahwa pertemuan Elia dan Elisa bukanlah sebuah kebetulan tetapi moment yang Tuhan siapkan untuk persiapan pemimpin berikutnya. Mari kita tetap melakukan bagian kita dalam mempersiapkan pemimpin berikutnya dan juga percaya bahwa Tuhan akan menolong dalam semua hal yang kita kerjakan termasuk dalam suksesi kepemimpinan. (RZA)

Refleksi : Allah berperan dalam mempersiapkan pemimpin.