TANAH YANG YANG BAIK

“Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”(Markus 4:8)

 

Perumpamaan yang diajarkan Yesus ini sangat menarik.Berkisah tentang seorang penabur yang menaburkan benih tanaman.Ternyata dari semua tempat yang dicobanya untuk menaburkan, benih yang jatuh di tanah yang baiklah yang tumbuh dengan subur.Di sini, artinya bukan hanya benihnya yang penting, sebab sepertinya sebaik apapun benih itu ketika jatuh ke tempat yang salah, seperti dikisahkan benih-benih itu tidak tumbuh, atau tumbuh dan mati dengan cepat. Jika berbicara dalam konteks kepemimpinan maka hal yang penting selain dari kualitas individunya adalah tempat di mana ia berpijak. Apakah tempat berpijak itu sudah baik dan mendukung seseorang untuk bertumbuh sebagai pemimpin atau justru menghimpitnya?

Dalam ayat ini kata yang digunakan untuk menjelaskan kata baik dalam bahasa Yunaninya adalah kalos.Kalos tidak hanya menjelaskan baik namun juga elok.Dari pengertian kata tersebut bisa diartikan adanya segi penataan yang serasi yang lebih dari sekedar baik saja.Dan di tanah yang baik dan elok inilah benih yang ditaburkan tersebut ternyata mendapatkan kualitas pemberdayaannya dengan sangat baik bahkan dikatakan, “…ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”Sungguh sebuah perumpamaan yang sangat luar biasa.

Jadi memahami teks ini, kadangkala memang bukan manusianya yang buruk.Namun seringkali justru adalah institusinya.Jika di suatu tempat ada krisis kepemimpinan, maka biasanya tidak selalu orangnya yang buruk melainkan wadahnya yang menjadi salah satu faktor paling besar yang menghalangi orang-orang berkualitas untuk bertumbuh dengan baik.Sehingga dengan demikian sangat diperlukan tindakan atau keberanian menata ulang keorganisasiannya, ruang hidupnya, sehingga dengan demikian “benih-benih” tersebut bisa bertumbuh bahkan berbuah dengan sangat baik. (AT)

 Refleksi: Sudahkah lembaga Anda mendukung secara maksimal orang-orang yang memiliki jiwa kepemimpinan?Jika belum, jangan salahkan orangnya jika tidak ada pemimpin yang lahir darinya.