ONE MAN SHOW

“Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.” (Keluaran 18:21)

Dalam menjalankan kepemimpinan ada yang disebut dengan istilah one man show.Artinya sebuah kepemimpinan yang bertumpu hanya pada satu orang. Dan yang seringkali kepemimpinan ini terjadi bukan karena tidak ada yang bisa membantunya, melainkan si pemimpin itu sendiri senang melakukan hal sedemikian, sebab dengan demikian ia mendapatkan semua perhatian pada dirinya, atau ia kurang memahami sistem delegasi yang bisa membuatnya lebih mudah untuk menjalankan kepemimpinan sehingga berdampak lebih besar.

Dalam ayat di atas, ada hal yang menarik dialami oleh Musa. Dalam kepemimpinannya ternyata awalnya Musa menjalankan kepemimpinan one man show,artinya untuk semua permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Israel, ia sendiri yang menanganinya. Bayangkan saja ada ribuan bangsa Israel yang keluar dari Mesir dan Musa harus menghadapi permasalahan mereka satu demi satu. Melihat hal itu mertuanya Yitro memberikan masukan pada Musa, agar ia tidak melakukannya sendiri. Ia menyuruh menantunya tersebut untuk memilih, “orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap…” untuk membantunya menjalankan roda kepemimpinannya atas bangsa Israel.

“Bahkan Superman tidak bisa melihat jidatnya sendiri…” adalah sebuah ekpresi yang menarik bahwa betapa kepemimpinan tidak bisa dijalankan seorang diri. Majalah Charisma dalam sebuah artikelnya “Why Team Ministry is Better than One Man Show” menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan dalam tim menyelesaikan lebih banya, membuka potensi kepemimpinan bagi orang lain, membangun sebuah hubungan yang sehat, menghindarkan diri dari kultus individu dan yang terakhir mencegah terjadinya skandal. Jadi kepemimpinan one man show meskipun awalnya terlihat baik yakni cepat dan ringkas, namun pada ujungnya justru berpotensi mendatangkan bencana pada sang pemimpin sendiri. (AT)

 

Refleksi: Sudahkah anda menghasilkan pemimpin baru di dalam kepemimpinan anda?