MENGALAHKAN RAKSASA

“Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”  (I Samuel 17:45)

Meskipun tidak banyak, ada beberapa kisah di dunia ini ketika orang-orang pinggiran, atau yang berkekuatan kecil, mampu mengalahkan lawan yang sangat besar.Salah satu catatan sejarah epik adalah tentang kisah perang Yom Kippur pada tanggal 6 Oktober 1973. Israel negeri yang baru berdiri harus berhadapan dengan 5 negara besar kawasan Timur Tengah yakni Irak, Suriah, Libya, Mesir dan Yordania di dataran tinggi Golan. Garis pertahanan Israel hanya berjumlah 180tank dan harus melawan kurang lebih 1400 tank Suriah. Di kawasan lain di sekitar terusan Suez, kurang dari 500 prajurit Israel berhadapan dengan 80.000 prajurit Mesir.Namun sungguh tidak terprediksi, Israel muncul sebagai pemenang dalam peperangan yang berlangsung selama 6 hari tersebut.

 

Ayat di atas menjelaskan kisah epik sejarah perang bangsa Israel lainnya dalam kitab Perjanjian Lama.Kisah ini adalah pertempuran antara bangsa Filistin yang dipimpin oleh raksasa Goliath.Bangsa Israel kocar-kacir menghadapi pasukan Goliath, hingga muncul Daud yang dengan keberaniannya menantang raksasa itu. Meskipun yang dihadapi Daud adalah lawan yang sangat besar, namun di dalam pikiran Daud ada yang lebih besar lagi yakni, “…nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel…” Keyakinan ini yang memunculkan keberanian untuk melawan Goliath, dan ternyata ia mampu mengalahkannya.

 

Mungkin tidak banyak orang yang memiliki pemikiran seperti Daud di sepanjang jaman.Sebab kebanyakan orang lebih mudah untuk merasa takut terlebih dahulu menghadapi “Goliath” dan mundur teratur dari pada hancur lebur. Namun bagi orang yang memiliki keyakinan yang besar seperti Daud, tidak ada hambatan di hadapannya yang jauh lebih besar dari pada apa yang dapat dilakukannya. Dalam konteks keimanan dalam perspektif pesan dari nats di atas, Tuhan semesta alamlah yang menjadi motivasi terbesar bagi kehidupan orang-orang yang dipilih untuk mengalahkan raksasa. (AT)

 

Refleksi: Apakah Anda orang yang dipilih untuk mengalahkan raksasa?