SIAPA AKTORNYA?

“…dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya: “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa.” (I Samuel 18:7)

 

Ada sebuah kutipan dari Alexander the Great sebagai berikut, “I am not afraid of an army of lions led by a goat; I am afraid of an army of goat led by a lion.” (Saya tidak takut pada pasukan singa yang dipimpin oleh kambing; saya takut pada pasukan kambing yang dipimpin oleh singa).Kutipan ini sangat menarik muncul dari pemikiran salah satu penakluk terbesar dalam sejarah peradaban, yakni Raja Alexander the Great yang menjelaskan betapa dahsyatnya eksistensi seorang pemimpin itu.Bahkan singa-singa yang hebat tidak menakutkan dirinya jika yang memimpinnya adalah kelas kambing, sebaliknya ketika seekor singa memimpin kawanan kambing hal itu justru lebih menakutkan dirinya.Sungguh sebuah hikmat yang luar biasa lahir dari pengalamannya menaklukkan dunia.

Nats di atas menjelaskan sebuah kisah yang menarik tentang Raja Saul dan Daud.Keperkasaan Daud dalam perang ternyata mendapatkan respon baik dari masyarakat Israel.Namun jutsru Saul menjadi iri dan ketakutan melihat hal tersebut. Itulah sebabnya ia memerintahkan untuk membunuh Daud. Dalam kisah selanjutnya Daud melarikan diri, dan tinggal bersama dengan orang-orang buangan, para perampok, yang akhirnya menjadi pasukannya.Dibandingkan dengan Saul, semestinya Daud dan segala kekuatan yang dimilikinya bukan siapa-siapa. Namun satu hal yang menjadi penting di sini adalah bahwa Tuhan sudah memilih Daud akan menjadi Raja Israel melalui perantaraan Samuel. Itulah yang menakutkan Saul.

Belajar dari renungan ini, sangat penting kualitas pemimpin yang baik. Sebab kualitas itulah yang akan menjelaskan kekuatan yang sebenarnya dari sebuah proses kepemimpinan. Tanpa kualitas yang baik seorang pemimpin, maka apa yang dipimpinnyapun baik itu organisasi, perusahaan, atau kelompok apapun akan menjadi lemah. Sehingga tidak ada cara lain untuk memperkuat sebuah kelembagaan selain memperkuat kualitas dan kapasitas para pemimpinnya. Sebab jika tidak, hal itu akan berdampak secara langsung pada apa yang dipimpinnya, dan kepemimpinan yang buruk selain tidak dihargai malah mendapat cemoohan. Dan celakanya orang-orang yang berkualitas yang ada disekitarnya juga menjadi lemah dan tak luput jadi bahan ejekan. (AT)

Refleksi: Anda menjadi singa atau kambing?