KARUNIA ROH KEPEMIMPINAN

Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat:  pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin,dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.” (1 Korintus 12:28)

Mengapa ada banyak sekolah, pelatihan, dan program kepemimpinan tetapi tidak banyak yang berhasil menjadi pemimpin? Lulusannya pintar menyebut berbagai teori kepemimpinan, tetapi tidak berhasil menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang mereka yang disebut pemimpin, yaitu mereka yang memiliki pengaruh, ternyata pada akhirnya tidak berhasil menghadapi ketidak pastian dan kejutan peristiwa yang tidak terduga.

Bacaan kita menjelaskan bahwa kepemimpinan sejati adalah karunia Roh. Itu bukan semata-mata pengetahuan, atau sesuatu yang bisa dipelajari. Tuhan lah yang menganugerahi kemampuan itu. Apa yang diajarkan di sekolah biasanya pengalaman masa lalu, padahal pemimpin diperlukan untuk menghadapi ketidakpastian dan kejutan masa depan. Peran hikmat dari Roh Allah menjadi mutlak. Oleh sebab itu, pemimpin perlu dipandu oleh hikmat untuk mengatasi persoalan hari ini, serta kuasa yang bersifat nubuat yang bisa mengatasi persoalan hari esok.  Juga dari bacaan di atas, kita menyadari bahwa setiap orang bisa menjadi pemimpin, asalkan ia mau mengejar karunia itu dari Allah (ay 31).  Allah bisa menganugerahkan roh kepemimpinan kepada siapa saja yang mau menyerahkan dirinya untuk hidup dalam pimpinan Allah.

Kita bahkan diajak untuk mengejar karunia-karunia utama tersebut, yang berarti kita tidak bisa duduk pasif dan menunggu.  Kita diajak aktif mulai memikul tanggung-jawab penugasan pembangunan tubuh Kristus. Panggilan ini dimulai dengan tanggung jawab kecil. Bila kita mengerjakanya dengan setia, maka Allah akan memberikan karunia yang memampukan kita menjalankan tugas dan tanggungjawab kita.  Allah kemudian mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar. Kalau kita memenuhi panggilan tersebut, maka Roh kepemimpinan akan dicurahkan pada setiap kita yang setia. Jadi selain untuk menyampaikan kebenaran akan karunia Roh kepemimpinan ini, tulisan rasul Paulus ini menyemangati kita untuk menekuni karir pemimpin pelayan. (AZL)

Refleksi: Apakah kepemimpinan hanya untuk orang tertentu? Tidak. Semua orang dipanggil untuk melayani sebagai pemimpin, asalkan ia mau mengejar karunia Roh kepemimpinan. Manusia diciptakan untuk memelihara dan mengatur dunia ini. Kita menyerahkan diri kita untuk dipakai Allah sebagai pemimpin pelayan.