PENGARUH KEPEMIMPINAN (Yosua 1: 1-9)

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab Engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka” (Yosua 1: 6).

 

Mungkin ada orang yang mengatakan : “suatu kesempatan ketika kita menjadi pemimpin/pembicara/orang yang berbicara di depan banyak orang, karena disitulah kesempatan kita untuk dapat mempengaruhi orang lain / banyak”. Berbicara di depan banyak orang bisa dilakukan oleh seorang guru, atau seorang dosen. Seorang guru atau dosen dapat mempengaruhi orang lain melalui apa yang kita sampaikan. Apalagi bila posisi sebagai seorang pemimpin, bukan tidak mungkin setiap hal yang kita katakan akan diikuti oleh bawahan.

 

Yosua pada nats Yosua 1: 1-9 diceritakan menjadi pemimpin setelah Musa meninggal. Tugas yang diemban Yosua tidak mudah, merebut tanah Kanaan. Tuhan meminta Yosua untuk meneguhkan panggilanNya dengan tetap hidup sesuai dengan firman Tuhan karena tugas Yosua adalah memimpin bangsa Israel  untuk masuk dan mendiami tanah yang dijanjikan. Dengan tugas Yosua sebagai pemimpin ada hal yang ingin Tuhan sampaikan:

-          ada tujuan yang akan dituju menurut kehendak Tuhan;

-          ketika menempuh  tujuan tersebut, tanpa menyimpang ke kanan / kiri;

-          mengajarkan orang yang dipimpin agar mengikuti kepemimpinannya;

-          memiliki hati yang kuat & teguh karena Tuhan akan tetap menyertai.

Menjadi pemimpin adalah suatu kehormatan tetapi bukanlah hal yang mudah. Karena dia harus tahu dengan pasti tujuannya, menjalankan kepemimpinannya dengan cara benar supaya ketika dia memimpin bisa memberikan pengaruh yang baik dan berdampak kepada yang dipimpinnya. (CSB)

Refleksi:

Maukah kita memberikan pengaruh yang baik bagi orang-orang disekitar kita baik kita sebagai pemimpin atau pun bukan.