KARYA KESELAMATAN YANG BERDAMPAK

“… supaya kamu tidak beraib dan tidak bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah orang yang jahat dan sesat ini, sehingga kamu bercahaya diantara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:18)

 

Hari Rabu tanggal 4 Mei 2016 mungkin menjadi hari bersejarah bagi beberapa orang rekan yang terpilih dan dipercaya menjadi pemimpin di Universitas Kristen Maranatha. Karena hari itu merupakan pelantikan Wakil Rektor 1, 2, 3, 4, Sekretaris UMUM dan pelantikan Dekan serta Wakil Dekan 1 & 2. Menjadi bersejarah bukan saja karena pelantikannya disaksikan tamu undangan tapi juga ada janji untuk melakukan tugas kepemimpinannya secara baik, penuh bertanggung jawab dan mau tidak mau  para pemimpin ini akan selalu dilihat  dan dinilai oleh orang lain bagaimana ia menjalani hidupnya.

Ada cerita menarik pada tahun 1972, pengusaha Mesir bernama Farahat kehilangan jam tangan seharga 11.000 dolar ( lebih dari seratus juta rupiah). Tanpa diduga seorang pemulung dekil menemukan dan mengembalikan jam itu. Farhat bertanya mengapa si pemulung tidak menyimpan dan menjualnya. Si pemulung menjawab, Kristus Tuhan, meminta saya untuk selalu jujur. Kepada para jurnalis, Farahat berkata, “saat itu saya belum mengenal Kristus, tapi saya berkata kepada si pemulung bahwa saya melihat Kristus dalam hidupnya. Dan karena kesaksian ini, saya akan menyembah Kristus yang ia sembah.”

Rasul Paulus pada suratnya di Filipi meminta setiap orang mengerjakan bagiannya dengan baik. Ketika yang  dkerjakannya  berdampak untuk orang lain, ia  sedang turut berkarya dalam rangka misi Allah, keselamatan umat manusia.  Mengerjakan keselamatan dengan baik, baik ada atau pun tidak ada orang yang melihat. Sebagai anak Allah tidak perlu harus mendapat pengakuan dulu dari orang lain akan keberadaannya baru mengerjakan keselamatan. Yang paling utama karya keselamatan tersebut haruslah berdampak bagi orang lain, sehingga orang tersebut dapat melihat kehadiran Yesus dalam hidup kita. (CSB)

 Refleksi: Setiap orang punya panggilan untuk mengerjakan karya keselamatan, tinggal apakah kita mau mengerjakan karya keselamatan tersebut atau tidak.