ANUGERAH DAN KARISMA

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”(Lukas 1:28)

 

Diamond is diamond. Ini adalah sebuah perkataan hikmat yang sangat menarik yang menjelaskan bahwa apa yang baik pada diri seseorang akan selalu begitu keadaannya. Meskipun ia tertutup kotoran dan sampah, “berlian tetap adalah berlian”, tinggal menunggu waktu orang akan menemukannya, dan menjadikannya barang yang sangat berharga. Kenyataannya orang yang berkualitas seperti berlian dan dicari di mana-mana. Bahkan Tuhan sendiri mencari manusia yang berkualitas untuk menjadi ibu yang akan melahirkannya ke dalam dunia seperti Maria.

Ayat di atas sangat menarik menjelaskan siapa Maria. Kata yang dikarunia dalam bahasa asli Alkitab disebut charitoó yang sejajar dengan kata yang sama xárisma yang artinya anugerah atau karunia namun pada saat yang sama adalah sesuatu yang layak karena kondisinya. Dalam bahasa Indonesia seringkali digunakan kata karisma untuk menjelaskan pengertian daya tarik. Ketika malaikat menuturkan padanya bahwa ia akan melahirkan Yesus Kristus awalnya ia membantah, “…”Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Namun apa yang dikatakannya di akhir dialognya dengan malaikat menunjukkan siapa Maria yang sebenarnya, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”

Kembali seperti kata-kata hikmat yang mengatakan, “kesuksesan tidak akan menghampiri orang yang tidak bermental sukses. Atau kemenangan tidak akan menghampiri orang yang tidak bermental pemenang.” Hal yang sangat penting belajar dari kehidupan Maria dalam nats di atas adalah bahwa ia secara alamiah telah mempersiapkan dirinya untuk menerima sebuah amanah besar yang diberikan oleh Tuhan. Ia bahkan tidak berlarut-larut dalam penolakan dan keraguan namun melihat dirinya sebagai hamba Tuhan yang bertindak sesuai dengan porsinya yakni berjalan menurut kehendakNya. Hal yang menjadi permasalahan adalah ketika kita seringkali tidak mempersiapkan diri kita untuk mencapai kualitas seperti apa yang kita inginkan. Kita ingin menjadi pelajar yang sukses, namun tidak pernah belajar. Ingin menjadi dosen hebat tapi jarang membaca buku dan melakukan penelitian. Ingin menjadi pemimpin besar tapi berjiwa kerdil, dan lain sebagainya.(AT)

Refleksi: Persiapkan dirimu untuk menjadi sesuai apa yang menjadi kerinduan dalam hidupmu.