TUHAN UNTUK SEMUA ASPEK KEHIDUPAN

“Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat;
dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan
sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya” (1 Raja 10:23;11:6)

Renungan kita hari ini diambil dari kejatuhan Salomo. Raja Salomo adalah raja yang bijak. Ketika dihadapkan pada masalah kepengurusan di negaranya, Salomo menggunakan hikmat yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Tetapi ketika dihadapkan kepada masalah mengurus kehidupannya sendiri, Salomo tidak menggunakan hikmat yang dari Tuhan. Dia menginginkan banyak hal. Dia tidak mau dibatasi. Dia ingin bebas. Dia membiarkan dirinya mengikuti hawa nafsunya dan menikahi banyak wanita termasuk wanita yang menyembah berhala. Wanitawanita, yang Tuhan telah peringatkan kepada bangsa Israel untuk tidak bergaul dengan mereka (Yos 23:7) apalagi menyembah allah mereka. Perbuatan Salomo telah membuatnya melakukan apa yang jahat di mata Tuhan (1 Raja 11:6).

Tulisan-tulisan Salomo baik itu di Pengkotbah maupun Amsal telah banyak berbicara tentang bahaya dosa. Jangan menyimpang dari ajaran Tuhan merupakan tema yang sering kita lihat di kedua buku tersebut. Bagaimana mungkin orang yang tahu begitu banyak bisa melakukan hal yang jahat di mata Tuhan? Dosa membuat kita tertarik ke dalamnya, dan dibutakan sehingga tidak bisa melihat lagi dengan jelas mana yang benar dan mana yang salah.

Pelajaran yang bisa kita diambil dari renungan hari ini adalah, orang yang sebijak Salomo bisa menyimpang jalannya dari Tuhan karena ada bagian dari kehidupannya yang tidak mau dikendalikan oleh Tuhan.

Kita harus merendahkan diri di hadapan Tuhan. Berhati-hati di setiap langkah kita. Adakah bagian dari hidup kita yang tidak mau diserahkan kepada Tuhan? Bagian dari hidup kita yang ingin bebas, tidak mau dikendalikan oleh Tuhan? Janganlah bagian dari kehidupan itu yang menjadi batu sandungan sehingga menyimpang dari jalan Tuhan. Mari kita bawa ke hadapan Tuhan dan akui bahwa Dia adalah raja. Segala kehendak-Nya berlaku dalam semua aspek dalam kehidupan kita. Biarlah segala kemuliaan hanya untuk Tuhan. Amin. (AS)

Refleksi:
Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon (Mat 6:24)