BIARLAH KEADILAN DITEGAKKAN

Jumat, 29 Agustus 2014

BIARLAH KEADILAN DITEGAKKAN

“Hai manusia, telah diberitahukan apa yang baik kepadamu. Dan apakah yang dituntut Tuhan daripadamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan…” (Mikha 6:8)

Keadilan berasal dari kata adil. Menurut W.J.S. Poerwodarminto kata adil berarti tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang dan tidak memihak. Aristoteles, seorang filosof yang pertama kali merumuskan arti keadilan mengatakan bahwa keadilan adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya, “fiat jutitia bereat mundus”. Secara terminologis adil bermakna suatu sikap yang bebas dari diskriminasi, ketidakjujuran. Dengan demikian orang yang adil adalah orang yang sesuai dengan standar hukum baik hukum agama, hukum positif (hukum negara), maupun hukum sosial (hukum adat) yang berlaku. Dengan demikian, orang yang adil selalu bersikap imparsial, suatu sikap yang tidak memihak kecuali kepada kebenaran. Bukan berpihak karena pertemanan, persamaan suku, bangsa maupun agama.

Kenyataannya berbicara mengenai keadilan seperti panggang jauh dari api. Betapa sering kita mendengar dan menyaksikan praktek-praktek ketidak-adilan terjadi hampir di semua bidang kehidupan. Penegakan hukum yang yang terkesan “ tebang pilih “ dan praktek-praktek mafia hukum yang memperjual-belikan keadilan semakin menambah persoalan dalam penegakan hukum dan keadilan di masyarakat kita.

Akibatnya banyak orang menjadi frustasi dan tidak tahu lagi harus kemana ketika harus mencari keadilan. Namun, apapun kondisi dan kenyataannya keadilan tetap harus ditegakkan dan tentunya kita memulainya dari diri kita sendiri. kita dipanggil untuk berlaku adil, jujur, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Tuhan (Mikha 6:8).

Sebagai keluarga besar Universitas Kristen Maranatha kita menyadari di mana kampus ini didirikan dalam rangka perpanjangan tangan gereja untuk melakukan misi Tuhan di bidang pendidikan, maka seyogyanya slogan hidup kita adalah “Biarlah keadilan kutegakkan” dan bukannya menuntut “Tegakkan keadilan bagiku.” Menegakkan keadilan dan kebenaran adalah panggilan Tuhan kepada kita semua di kampus ini sebagai bagian dari upaya internalisasi NHK-ICE. (AE)

Refleksi: Hal-hal yang besar dapat terjadi bila kita berkata, “Di keluarga saya, di tengah masyarakat saya, di tempat kerja saya, dan dalam setiap hubungan saya dengan orang lain, biarlah keadilan saya tegakkan!”