BELAJAR MENAHAN DIRI

“Lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: “Dijauhkan TUHANlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN. (1 Samuel 24:7)

 

Sikap untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan dapat terjadi dimana pun dan kapan pun. Karena kecenderungan orang akan selalu memanfaatkan Kesempatan yang ada untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Tidak ada larangan bagi siapapun untuk mengambil kesempatan yang ada tetapi jika tujuannya hanya untuk menyenangkan atau menguntungkan diri sendiri dan tidak berdampak baik bagi orang lain, hal itu bukanlah yang dikehendaki Allah.

Dalam nats hari ini, menceritakan Daud seorang yang diurapi oleh Nabi Samuel untuk kemudian hari menjadi raja tidak memanfaaatkan kesempatan untuk membunuh Saul. Daud bisa menahan diri untuk tidak membunuh raja Saul dan juga mencegah orang-orang untuk bangkit untuk menyerang raja Saul. Dengan perasaan berdebardebar Daud memotong punca Saul sebagai bukti bahwa ia mampu membunuh raja Saul. Kemudian Daud berseru dari belakang dan berkata bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu, ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karera pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN. Sebuah sikap yang penuh hormat kepada raja Israel. Daud bisa menahan diri untuk mengalahkan musuhnya yang tidak berdaya. Hal ini sangat jarang terjadi karena biasanya ketika musuhnya di depan mata maka langsung dibunuhnya. Daud tidak berbuat dosa walaupun raja Saul mengejar-ngejar untuk membunuhnya. Daud adalah seorang yang mengenal Allah dengan sungguh dan seorang yang diurapi Tuhan sehingga ia dimampukan untuk menguasai diri terhadap hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Allah.

Seberapa kuat diri kita untuk bisa menahan diri terhadap hawa nafsu, yang
cenderung hanya untuk menyenangkan diri dan belum tentu dikehendaki oleh Tuhan. Banyak kesempatan dalam setiap hal untuk seseorang melakukan sesuatu yang merugikan orang lain. Ada yang mencoba melakukan pembunuhan karakter dengan perkataan yang menyakitkan, ada orang yang mencari muka di hadapan pimpinan untuk menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya, ada orang yang dengan terang-terangnya menjatuhkan kinerja sesama rekan kerja. Mari belajar menahan diri dalam segala hal supaya kita tidak melakukan dosa tetapi hidup yang menjadi
berkat orang lain. (RZA)

Refleksi:
Penguasaan diri adalah hasil dari perubahan hidup oleh Roh Allah.