KERELAAN MELEPASKAN

“Yonatan menanggalkan jubah yang dipakainya, dan memberikannya kepada Daud, juga baju perangnya, sampai pedangnya, panahnya dan ikat pinggangnya.” (1 Samuel 18:4)

Sebuah ungkapan dari mother Teresa “Janganlah mengharapkan TEMANMU sebagai orang yang sempurna.” Tetapi, “bantulah TEMANMU agar menjadi seorang yang sempurna.“ Itulah persahabatan yang sejati. Ungkapan ini mengambarkan bahwa setiap orang yang rela berkorban bagi orang lain adalah seorang sahabat sejati.

Persahabatan Daud dan Yonatan cukup emosional, hal ini bisa terlihat pada waktu Yonatan memberikan jubah, baju perang, pedang, panah dan ikat pinggangnya. Ia memberikan hak kepemilikannya kepada Daud sahabatnya, Yonatan dengan rela memberikan hak tahta kerajaan Israel karena Ia tahu Daud akan menggantikan ayahnya Saul. Yonatan tidak merasa disaingi oleh Daud karena Allah yang telah memilih Daud dengan perantaraan Samuel yang mengurapi Daud (1 Sam 16:1).Persahabatan mereka dimulai dari peristiwa Daud yang mengalahkan Goliat orang

Filistin. Tidak ada seorangpun yang berani untuk melawan Goliat seorang pendekar Filistin, tetapi Daud dengan berani mendatangi Goliat dengan nama TUHAN semesta alam dan Tuhan memakai Daud untuk mengalahkan Goliat. Yonatan sebagai sahabat Daud bukan saja menyerahkan hak kepemilikannya tetapi juga memberitahukan bahwa ayahnya Saul telah berikthiar untuk membunuhnya dan meminta Daud untuk berhati-hati.

Sikap untuk merelakan hak kepemilikan untuk diambil orang lain bukanlah tindakan yang mudah. Dibutuhkan kebesaran hati dan pengakuan bahwa kehendak Tuhan jauh lebih utama daripada keinginan pribadi. Tidak semua orang selalu siap untuk rela melepaskan hak kepemilikannya kepada orang lain, hal ini karena diperlukan proses yang lama untuk bisa melakukannya. Terkadang tidak mudah bagi kita untuk dapat menerima orang lain ditempatkan untuk mengantikan posisi kita, memberi kesempatan orang lain untuk lebih berkembang, atau menolong orang baru untuk mengerjakan tugasnya dengan baik.

Sebagai warga kampus sudah seharusnya kita akan selalu siap dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja kita. Sikap selalu memberikan dukungan kepada rekan kerja untuk maju dan berkembang harus senantiasa ada dalam hidup kita. (RZA)
Refleksi :
Pribadi yang mengenal Kristus adalah memberikan dukungan orang lain untuk menjadi lebih baik.