KONTRIBUSI SEORANG ANAK

“Disini ada seorang anak, yang mempunyai lima jelai roti dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” (Yohanes 6:9)

Kehadiran seseorang dalam setiap komunitas bukanlah sebuah kebetulan,
tentunya setiap pribadi dapat berkontribusi jika ia mau terlibat dan mengambil bagian meskipun hal yang kecil. Tidak ada batasan usia maupun gender untuk bisa berperan dalam sebuah komunitas.

Pada waktu pelayanan Yesus bersama para murid, banyak orang berbondong-bondong datang kepada-Nya. Yesus berkata kepada Filipus: Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan? Respon Filipus roti seharga 200 dinar (1 dinar = upah kerja 1 hari, roti seharga 200 hari kerja atau 8 bulan kerja, 25 hari kerja per bulan) tidak akan cukup memberi makan orang banyak. Berbeda dengan Andreas yang menemukan seorang anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan dan kemungkinan akan menolong situasi yang dihadapi pada waktu pelayanan Yesus. Meskipun Andreas juga sempat berkata apa artinya itu untuk orang sebanyak ini.

Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk disitu demikian juga dengan ikan. Sungguh luar biasa terjadi mujizat terjadi apa yang diberikan anak itu bisa mengenyangkan 5000 orang laki-laki dan sisa 12 bakul penuh.

Terkadang dalam sebuah komunitas, kita membatasi potensi yang ada dalam setiap pribadi dan mungkin meremehkan potensi orang lain karena melihat latar belakang orang itu. Sikap memandang orang lain lemah dan tidak memberi kesempatan orang lain untuk berkontribusi adalah sikap yang tidak sesuai dengan Yesus ajarkan. Setiap pribadi memiliki potensi dalam dirinya karena Tuhan menciptakan pribadi yang unik. Setiap pribadi dapat berkontribusi apapun dalam kehidupan ini

Dalam setiap komunitas kehadiran seseorang hendaknya memberi kontribusi yang positif sehingga orang-orang disekitarnya akan merasakan manfaatnya. Sebagai warga Universitas Jristen Maranatha, kita harus memiliki keyakinan bahwa setiap kita memiliki potensi dan kesempatan memberkati orang lain. (RZA)
Refleksi:
Yakinkan diri bahwa kita memiliki potensi untuk memberi kontribusi bagi sesama.