MISTERI KEHIDUPAN

misteri

“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai
dengan FirmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari padaMu,
yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa”
(Lukas 2:29-31)

Seorang anak melihat seekor burung mati dan bertanya kepada ibunya, “Mengapa burung itu mati?” Ibunya menjawab, “Karena burung itu hidup. Semua yang hidup, akhirnya akan mati.” Anaknya kembali bertanya, “Kenapa semua yang hidup harus mati?” Ibunya menjawab dengan hikmat, “Kematian menunjukkan bahwa hidup itu berharga. Karena itu, jangan menyia2kan hidup pemberian Tuhan.”

Adalah seorang yang bernama Simeon. Ia hidup benar dan saleh. Ia menantikan Penghiburan bagi Israel. Ia menantikan Mesias dengan penuh kerinduan. Bagaimana ia menata harapannya? Ia peka terhadap suara Roh Kudus dan ia mendapatkan janji dari Roh Kudus bahwa ia akan bertemu dengan Mesias.

Ketika Simeon berjumpa dengan bayi Yesus, janji Roh Kudus ini digenapi dan ia begitu bersyukur bahwa hidupnya sungguh berharga –telah berjumpa dengan Sang Mesias- hingga ia siap apabila saat itu ia dipanggil pulang oleh Tuhan.

Ibu dalam cerita diatas dan kisah Simeon mengajarkan kepada kita bahwa hidup ini sungguh berharga. Pekalah terhadap kehadiran Roh Kudus dalam hati kita. Roh Kudus ingin agar kita mengalami perjumpaan dengan Tuhan agar kita semakin memahami apa rencana Allah dalam kehidupan kita. Rencana Allah akan tergenapi dalam kehidupan kita apabila kita mengalami ‘keintiman’ dengan Sahabat kita, Sang Mesias. Usia, yang masih Tuhan anugerahkan kepada kita, baiklah kita sikapi dengan suatu iman bahwa Allah masih memberikan kesempatan untuk memenuhi janji-Nya bagi diri kita masing-masing sebelum kita dipanggil pulang menghadap Dia. Roh Kudus akan membuka misteri kehidupan bagi kita. (IH)

Refleksi:
Pergunakanlah waktu yang ada. Menguasai waktu berarti belajar hidup.