DIDIKAN ALLAH

didikan

“ Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan
teguran, tersesat “
( Amsal 10:17)

Seorang dosen, sebelum mulai mengajar, ia memeriksa kehadiran mahasiswa yang mengikuti kuliahnya. Mereka yang biasa duduk di barisan depan biasanya adalah mahasiswa yang rajin. Mereka telah datang sebelum jam kuliah dan menunggu dosen membuka ruang kuliah. Kemudian mereka mengambil tempat duduk paling depan, duduk rapi siap menerima ilmu dan pelajaran. Dari 30-an mahasiswa di kelas itu, tentulah tak semuanya tertib Ada juga yang datangnya sering terlambat, duduk selalu di baris belakang, berisik selama pelajaran berlangsung, bahkan asyik dengan gadgetnya selama perkuliahan berlangsung. Kuliah hanyalah kewajiban agar dapat ikut ujian. Studi bagi mereka hanya dianggap beban.

Dan, ketika nilai akhir diumumkan, mereka yang mengikuti perkuliahan secara tertib biasanya mendapatkan nilai yang baik. Padahal selama perkuliahan tidak semuanya diantara mereka adalah mahasiswa yang cerdas yang dapat menjawab dengan benar pertanyaan yang diajukan dosen. Perasaan senang bahwa upaya dihargai oleh mahasiswa peserta didiknya dapat mendorong dosen tersebut untuk membantu mahasiswa yang rajin dan tertib agar ia dapat memperoleh nilai yang baik. Bagaimana dengan mereka yang tidak rajin dan tertib. Sang dosen yang sayang pada muridnya tidak mau membiarkan dia makin jatuh dalam kesalahan. Hukuman dapat mengingatkan dia, agar mau berubah dan bisa berprestasi seperti murid lainnya.

Terkadang kita tidak mengerti mengapa kita harus mengalami hal seperti ini, masalah yang tidak ada habis-habisnya dan tidak pernah terselesaikan. Amsal mengajarkan kepada kita bahwa itu suatu teguran, suatu didikan agar kita dapat menemukan jalan kehidupan, Kehendak Allah untuk hidup yang kita jalani. Allah ingin membukakan rahasia kehidupan ini lewat didikan dan teguran.

Sebagai insan pendidikan, teguran dan didikan berlaku untuk semua pihak. Bukan saja untuk mahasiswa, tetapi juga untuk para dosen, pimpinan bahkan termasuk juga untuk pengurus Yayasan.

Refleksi:
Orang bodoh menolak didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia adalah orang bijak.