TIDAK ADA YANG KEBETULAN

kebetulan

“Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan
semesta alam”
(Hagai 2:9).

Seorang pria Inggris telah menganggur sekian lama. Uang yang yang ada pada dirinya tinggal 1 dollar. Pada kebaktian hari Minggu, ia memberikan persembahan 50 sen dollar. Keesokan harinya, ia mendengar di kota sebelah ada lowongan pekerjaan untuk dirinya. Harga tiket kereta ke kota sebelah adalah satu dollar, sedangkan uang yang tersisa 50 sen dollar, tidak cukup untuk membeli tiket ke kota sebelah. Ia agak menyesal, mengapa ia kemarin mempersembahkan 50 sen dollar. Kemudian ia memutuskan untuk membeli tiket setengah jalan. Di tengah jalan, ia melangkah turun dan mulai berjalan ke kota sebelah. Belum melewati satu blok ia berjalan, ia mendapati ada suatu pabrik membutuhkan karyawan. Ia mendapatkan pekerjaan tersebut dan mendapatkan upah perminggu 5 dollar lebih besar daripada ia bekerja di kota sebelah. Pria ini bernama W.L. Douglas, yang kemudian menjadi seorang produser sepatu besar di dunia.

Seringkali kita menyesali apa yang telah dilakukan dan apa yang telah terjadi dengan diri kita. Tetapi, beberapa saat kemudian, kita menyadari Tuhan menyatakan berkat-Nya, sesuatu yang tidak terduga.

Allah mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita. Jangan pernah menyesali
kebaikan dan kepedulian yang telah kita lakukan. Allah melihat apa yang kita lakukan dan Dia tahu apa yang terbaik untuk kita.

Bagian kita, bagaimana mempergunakan waktu, uang dan tenaga yang masih Tuhan percayakan kepada kita. Pada waktu semuanya melimpah, kita tidak dapat melihat bagaimana Allah bekerja mengubahkan kehidupan kita. Sebaliknya, ketika semuanya terbatas, semakin terampil kita mengaturnya dan syukur kepada Tuhan ketika berkat Tuhan melimpah ketika kita mengalami keterbatasan.

Refleksi:
Mensyukuri apa yang ada, bekerja dengan apa yang dimiliki dan nantikan berkat Tuhan atas kehidupan Anda.