BERANI MENGHADAPI HIDUP

“ Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak
putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan,
namun tidak binasa. “
(2 Korintus 4 : 8-9)

Filsafat aliran Hedoneisme memandang kehidupan pada satu sisi, yaitu kehidupan yang kita jalani saat ini ada dalam keadaan senang. Ya, kesenangan itulah yang menjadi patokan utama dalam menjalani kehidupan, demikian filsafat yang dikembangkan oleh Epikurus (270 sM). Bahkan Epikurus menyatakan, “Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu, karena besok engkau akan mati.” Jika kita memegang pandangan yang demikian, bagaimana dengan orangorang yang sehari-hari bergelut berpeluh berjuang di dalam segala penderitaannya demi mempertahankan kehidupannya? Pertanyaan ini diberikan tidak bermaksud mengganggu kegiatan mengisi akhir pekan yang telah ada rencanakan sebelumnya untuk berlibur dan mungkin sedikit bersenang-senang. Akan tetapi renungan ini dimaksud agar kita dapat berefleksi dari segala kesulitan-kesulitan hidup yang dialami oleh orang-orang lain atau bahkan kita sendiri.

Baiklah kita mulai refleksi kita dengan melihat kehidupan Rasul Paulus. Bila kita membaca bagian perikop 2 Korintus 4:1-15 secara lengkap bagaimana kehidupan Paulus dalam memberitakan Injil Kristus menghadapi berbagai macam kesulitan. Dalam hal inilah Paulus ingin membagikan kepada kita sekalian, sebagai orang yang telah percaya kepada Kristus segala kesulitan atau kelemahan dijalani, karena manifestasi kuasa Ilahi yang luar biasa. Dalam diri orang-orang percaya tersebut manifestasi kuasa Ilahi dinyatakan melalui kelemahan orang-orang percaya tersebut. Dalam setiap penderitaan yang dialami, orang percaya akan menjadi lebih dari pada pemenang (Roma 8:37), dan melalui penderitaan tersebut tersebut membuka peluang untuk menerima kasih karunia Kristus yang melimpah-limpah dan mengijinkan kehidupan Kristus nyata dalam tubuh kita. Segala bentuk kesulitan, penderitaan, penindasan, dan himpitan atau mungkin kemiskinan sekalipun, tidak membuat kehabisan akal dan putus asa.

Dengan demikian di dalam setiap kesulitan hidup yang dialami orang percaya, jika anda tetap ada seperti pada keadaan anda sekarang hal ini boleh jadi manifestasi kuasa Ilahi telah dinyatakan dalam kehidupan anda, berbahagialah! Akan tetapi, bila kehidupan anda saat ini ada berlimpah berkat, berbahagialah! Dengan kelimpahan anda, menjadi berkat bagi banyak orang yang ada dalam kesulitan sebagai wujud manifestasi kuasa Ilahi dinyatakan dalam diri anda. (ITW)

Refleksi:
Apapun kondisi anda saat ini, jalanilah dengan tuntunan Tuhan.