BERANI MENANG

“ Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh
Dia yang telah mengasihi kita. “
(Roma 8:37)

Dalam beberapa hari ini kita telah membahas tokoh-tokoh yang memiliki keberanian misalnya empat sekawan (Daniel, Hananya, Misael dan Azarya) pemberani, Ester yang berani mengambil risiko, Petrus dan Yohanes, serta Paulus. Tipe-tipe tokoh tersebut tergolong sebagai tokoh pemberani. Tokohtokoh tersebut merupakan tokoh yang menginspirasi kita untuk mengambil sikap berani. Kita mungkin senang dan sangat ingin mencapai sukses menghadapi tantangan kehidupan, akan tetapi kita tidak mau mengambil segala kemungkinan yang ada, takut gagal! Mungkin tipe orang seperti ini dalam pandangan lebih positif dikategorikan sebagai orang takut menang. Orang seperti ini biasanya tidak mau mengambil tantangan, tidak berani mengambil peluang yang muncul, merasa tidak mampu, dan menganggap diri sendiri sebagai orang yang tidak layak!

Baiklah kita belajar sekali lagi dari rasul ‘tangguh’, yaitu Paulus. Paulus menyatakan pada prinsipnya kegagalan seseorang dalam hidupnya bukan karena kekuatan luar atau kesulitan yang sangat hebat, tetapi karena kelalalaiannya untuk tetap tinggal dalam Kristus Yesus (ay 35-39, bandingkan juga Yoh 15:6). Dengan demikian kasih Allah hanya dinyatakan dan dialami di dalam Kristus Yesus hanya selama kita tetap tinggal dalam Kristus Yesus sebagai Tuhan Kita, maka ada kepastian bahwa kita tidak pernah terpisah dari kasih Allah(ay 39). Dengan begitu tantangan-tantangan yang dihadapi oleh orang-orang percaya, justru akan membuka peluang bagi kasih dan penghiburan Allah makin dinyatakan dalam kehidupan orang-orang percaya. Dan Paulus memastikan bahwa semua kesulitan tersebut akan diatasi dan bahwa kita akan menjadi lebih dari pada seorang pemenenang (ay 37) melalaui Kristus.

Karena itu keberanian kita untuk menghadapi segala tantangan sebagai orang percaya itulah yang Tuhan inginkan dari kita. Sebagai pengikut Kristus keadaan beratnya kehidupan seperti kesulitan mencari pekerjaan, bisnis yang berat, jodoh atau bahkan kemiskinan dalam konteks kehidupan di negara kita menjadi semakin bertambah berat dengan status kita sebagai orang kristen. Sekali lagi yang Tuhan inginkan dari kita adalah (1) tetap terpaut di dalam Tuhan, ranting tetap menempel pada pokoknya; (2) menghadapai tantangan yang berat tersebut di dalam Tuhan. Maka kita akan lebih dari orang-orang yang menang! (ITW)

Refleksi:
Para Pemenang adalah para pemberani!