MENGAPA HARUS TAKUT?

Tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Aku ini, jangan takut! ”
(Yohanes 6 : 20)

Banyak orang merasa terkucilkan, dicemooh, dimusuhi, saat ia melakukan hal benar. Contohnya saat kita berhenti di perempatan Trafick Light, dan saat lampu baru kuning bahkan di perempatan jalan tertentu, dengan kondisi lampu merah pun, kita kadang di klakson dengan ramai yang bertujuan menyuruh kita segera jalan. Hal ini membuat kita harus merespon dengan secara positif atau negatif terhadap apa yang di alami. Tentunya saat kita mampu merespon secara positif, maka kita mempunyai kekuatan untuk bertahan, namun bila kita meresponnya secara negatif, maka yang kita alami adalah marah dan menjadi takut dalam bertindak dan melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita.

Dalam Yohanes 6 dikatakan, Ketika hari sudah mulai malam, mereka mau
menyeberang menggunakan perahu, sedang laut bergelora karena angin kencang. Mereka sudah mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, saat mereka melihat Yesus berjalan di atas air, sehingga mereka menjadi ketakutan. Tetapi Ia berkata : ”Aku ini, jangan takut!”. Mereka pun menaikkan Dia dan perahu sampai ke pantai yang dituju.

Kalau seandainya kita yang ada dalam perahu itu, dan kita melihat seseorang
berjalan diatas air dalam suasana gelap karena hari sudah malam, bagaimana reaksi kita ? dan bagaimana kalau dikatakan: ”Aku ini, jangan takut!”, apakah kita dapat langsung percaya? Sebenarnya kalau kita pelajari dengan baik, kita seringkali takut dalam menjalankan sesuatu yang benar diantara hal yang tidak benar. Kita ragu untuk mengatakan Tidak terhadap yang tidak benar, kita cenderung takut bila kita bertindak benar, karena lingkungan kita menghendaki untuk melakukan yang tidak benar. Kita takut dicemooh atau diejek oleh teman-teman yang melakukan kecurangan. Apakah hal ini akan dapat menyelesaikan permasalahan kita? (AG)

Refleksi:
Tidak ada yang perlu kita takutkan kecuali ketakutan itu sendiri