MARI HADAPI RASA TAKUT

“Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan
dalam jiwaku ”
(Mazmur 138 : 3)

Ketika kita sedang berwisata menikmati alam, yang mungkin saja dilengkapi dengan gua-gua yang gelap bekas peninggalan tentara Belanda atau Jepang, apa yang kita rasakan saat tidak dibantu dengan alat penerangan? Kita menjadi takut untuk masuk dalam gua tersebut, karena gua itu gelap dan kita tidak tahu apa yang ada di depan kita. Tapi jika kita melihat ada setitik cahaya di depan, biasanya kita mempunyai keberanian menapakkan kaki memasuki gua tersebut.

Mazmur 138 ini, merupakan nyanyian syukur Daud. Daud merasa tidak ada jarak yang membentang antara dia dengan TUHAN. Daud tinggal berseru dan TUHAN menjawabnya, TUHAN memberi kekuatan. Bahkan raja di bumi akan bersyukur kepada TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut TUHAN. Walaupun Dia tinggi, namun Ia melihat orang yang hina, dan dikala Daud berada dalam kesesakan dan kemarahan musuhnya, ia merasakan tangan TUHAN yang terulur menyelamatkan dan menuntunnya. JanjiNya sungguh nyata dan kasihNya setia selamanya.

Selaku manusia yang lemah, mudah jatuh dalam pencobaan, kita sering kalah
dengan permasalahan yang menghampiri kita. Kita mundur dan tak berani melangkah maju. Kita takut! Maukah kita belajar seperti Daud, yang mau bersyukur dengan segenap hati. Bersujud untuk memuji namaNya dan berseru kepada Dia yang dapat menambahkan kekuatan dalam jiwa. Mari hadapi setiap permasalahan yang menghampiri dengan keyakinan bahwa kita tahu bahwa ada tangan yang terulur untuk menyelamatkan. Kasih setiaNya senantiasa menolong dalam menghadapi ketakutan yang kadang kita ciptakan sendiri.(AG)

Refleksi:
Segelap apapun jalan yang sedang kita lewati, ketahuilah kalau kita tidak pernah berjalan sendiri