AWALI YANG BARU

“ …kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN,
Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi”
(Yosua 1 : 9b)

Mencoba hal baru, sama dengan membuka gerbang dan memasuki ruang yang mengandung resiko. Namun bila kita tidak melakukan apa-apa, mungkin saja akan menjadi lebih beresiko. Orang yang berhasil di dalam hidupnya adalah orang-orang yang berani mencoba, walau tidak sedikit kemungkinannya akan mengalami keadaan yang jauh lebih buruk. Hal itu merupakan sebagian dari proses untuk mencapai kemajuan yang jauh lebih baik dari keadaan semula.

Setelah Musa mati, TUHAN berfirman pada Yosua untuk bersiap dan pergi menyeberangi sungai Yordan menuju negeri yang diberikan pada orang Israel. TUHAN berjanji tidak akan membiarkan dan meninggalkan Yosua dengan pesan ”… kuatkan dan teguhkan hatimu dengan sungguh-sungguh dan bertindak hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan. Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”

Seandainya perintah itu datang pada kita, bagaimana kita akan bereaksi? Kita belum tahu apa yang akan kita hadapi di tempat yang baru. Kecenderungan kita adalah menolak atau berusaha berdalih agar kita tidak usah pergi ke tempat yang baru. Kita sudah nyaman pada posisi yang lama. Kita enggan dan takut untuk memulai sesuatu yang baru. Namun seperti janji TUHAN pada Yosua, kalau kita mendapatkan janji itu, apakah kita siap keluar dari kehidupan kita saat ini? Apakah kita siap untuk tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan, dan apakah kita mau memegang janji itu dalam kehidupan kita? (AG)

Refleksi: Mari beranikan diri keluar dari zona nyaman.