TEMUKAN AKAR MASALAH

“kepada Allah, yang firmanNya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut.
Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?;
Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! – Dialah
pertolongan mereka dan perisai mereka. ”
(Mazmur 56 : 4 ; Mazmur 115 : 11)

Apakah kita sedang mengalami suatu permasalahan yang terus berulang walau kita sudah mencoba memperbaikinya? Bagaimana kita melakukan proses perbaikannya? Apakah kita sudah memulai dari mencari akar permasalahannya, ataukah kita hanya melihat dari permukaannya saja? Kalau kita hanya melihat permasalahan itu dari permukaan saja , maka kita hanya menguras energi untuk mengobati, namun tidak pernah melakukan pencegahan karena kita tidak melihat pada sumbernya.

Dalam Mazmur 56, diceritakan kepercayaan Daud, pada saat ia dalam kesusahan. Daud berseru memohon belas kasihan Allah, kepada Allah yang dia puji dan percaya, sehingga Daud tidak takut terhadap apa yang dilakukan manusia terhadap dirinya. Daud yakin dan tidak takut karena Allah ada di pihaknya. Mazmur 115juga menceritakan tentang kemuliaan hanya bagi Allah, ”orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN” Dia-lah penolong dan perisai kita, Ia akan memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar. Mari kita puji DIA sekarang ini dan selama-lamanya.

Sebagai manusia dan sebagai warga kampus Universitas Kristen Maranatha, kita tidak pernah luput dari kesusahan. Yang terpenting adalah bagaimana sikap kita dalam mengahadapi kesusahan itu, apakah kita takut dan percaya akan TUHAN ? apakah kita sudah berseru memohon belas kasihan Allah? Maukah kita menjadikan Dia penolong dan perisai kita ? Berkat dan pertolongan TUHAN sudah tersedia bagi kita. Apakah kita mau melepaskan beban itu dan menyerahkan kepada pertolongan TUHAN?(AG)

Refleksi:
Temukanlah akar permasalahannya, kemudian cabut dan buanglah