HIDUP UNTUK SESAMA

“ Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi
kebaikannya untuk membangunnya.”
(Roma 15:2)

Bunda Teresa, yang dikenal sebagai Santa Teresa dari Kalkuta. Bunda Teresaseorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan berkewarganegaraan India. Ia mendirikan Misionaris Cinta Kasih (bahasa Inggris: Missionaries of Charity; M.C.) di Kalkuta, India, pada tahun 1950. Selama lebih dari 47 tahun, ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sementara membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Setelah kematiannya, ia mendapat gelar beata (blessed dalam bahasa Inggris) oleh Paus Yohanes Paulus II dan diberi gelar Beata. Kehidupan Bunda Teresa didedikasikan untuk mengasihi sesama.

Kota Roma pada waktu surat ini ditulis adalah kota megapolitan yang besar, di mana penduduknya saat itu saja kira-kira sudah mencapai satu juta orang. Di kota besar, tentunya ada banyak kesenjangan antara orang yang kaya dan yang miskin, orang yang kuat dan yang lemah, orang yang kedudukannya tinggi dan kedudukannya rendah, dan kebanyakan orang Roma bersifat individual dan kurang peduli terhadap sesama. Tetapi Paulus ingin agar jemaat di Roma memiliki sikap yang tidak egois, melainkan mau peduli terhadap orang lain. Paulus ingin agar orang yang kuat juga mau menanggung orang yang lemah dan bukannya malah menindas orang yang lemah. Paulus menekankan bahwa jemaat Tuhan seharusnya tidak mencari kesenangan diri sendiri, tetapi kesenangan orang lain. Hal ini tentunya bukan mencari kesenangan dalam arti yang tidak baik, tetapi mencari apa yang menyenangkan orang lain untuk kebaikan dan yang membangun jemaat serta berkenan kepada Allah

Kita juga diingatkan untuk melayani sesama dengan mencari kesenangan dan kebaikan sesama kita. Hal ini sangat sulit untuk dilakukan, karena berkaitan dengan hakekat dosa dimana kita hidup dengan berpusat pada diri sendiri dan mencari kesenangan diri. Melayani yang sejati tidak berpusat pada diri sendiri melainkan berpusat pada Tuhan Yesus. Marilah kita melayani sesama kita dengan mencari tahu kesenangannya dan memakai kesenangan tersebut untuk membangunnya secara rohani. (RCM)

Refleksi:
Melayani sesama demi Kristus perlu penyangkalan diri