KEINTIMAN YANG MEMBEBASKAN

“ …dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. ”
(Matius 28:19b)

Masih seputar pemikiran Leonardo Boff, ia mengemukakan peranan Trinitaris dalam kehidupan Kerajaan Allah. Bapa, Putra dan Roh Kudus adalah satu. Ketiganya tidak berdiri sendiri-sendiri. Ketiganya saling melengkapi dan memenuhi dalam karya keselamatan. Dalam saling memberi diri tanpa batas, utuh dan tanpa bersyarat. Bapa mengutus Yesus sebagai penebus dan Roh Kudus sebagai roh penguat. Ketiganya pula berbeda dalam wujud tetapi satu tujuan. Persekutuan Orang Percaya mencerminkan kekuatan persekutuan Trinitaris yang saling melengkapi sebagai satu tubuh. Kekuatan Orang Percaya terletak saat ia mengambil nilai-nilai yang ditampilkan oleh konsep Trinitaris. Tampilan ini bersumber dari intisari dari penyelamatan manusia yang melibatkan tiga Pribadi tersebut. Adapun ajaran Trinitaris mempengaruhi keberadaan Gereja dijelaskan sebagai berikut:

• Kehidupan Orang Percaya yang terdiri dari banyak anggota mampu membentuk persekutuan umat Allah. Masing-masing anggota Gereja menjalankan peran dan tugasnya sesuai dengan keperluan seperti kaum klerus dan kaum awam.
• Dalam ajaran Trinitas tidak terlihat perbedaan mencolok antara ketiga Pribadi.Persekutuan yang sempurna, perikhoresis yang sempurna satu di dalam yang lain, satu dari yang lain, satu untuk yang lain. Dalam Gereja, ada banyak perbedaan seperti umat Allah yang terdiri dari berbagai suku, budaya, negara, etnis yang berasal dari seluruh dunia.

Dalam konsep Trinitas, Boff menekankan tentang keterbukaan dalam persekutuan. Dalam persekutuan yang harmonis, semua bagian harus terlibat aktif dalam hubungan sosial dan personal tanpa membeda-bedakan. Keberadaan Gereja diakui apabila ia mampu terbuka pada situasi dan kondisi baik yang terjadi di dalam tubuh Gereja maupun yang terjadi di luar tubuh Gereja. Gereja yang terbuka juga berarti membiarkan diri dibimbing oleh Roh Kudus. Setiap umat Allah terbuka pada kelangsungan hidup yang mengutamakan cinta kasih. (AL)
Refleksi:
Belajar dari Trinitas berarti belajar untuk membebaskan sesama