MANUSIA DAN DOSA

“…terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari
rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan
dihasilkan bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;”
(Kejadian 3: 17b-18)

Peristiwa Adam dan Hawa jatuh dalam dosa dan terusir dari Taman Eden membuat jarak antara manusia dan Tuhan. Terusirnya manusia dari Taman Eden adalah konsekuensi dari dosa. Selain rusaknya hubungan Allah dan manusia serta antara manusia dan sesamanya, dosa juga merusak hubungan antara manusia dan alam tempat tinggalnya. Bumi menjadi tempat yang terkutuk, bahkan menumbuhkan semak berduri. Bencana alam mewakili betapa tak bersahabatnya bumi terhadap manusia penghuninya. Hal ini menjadi kontras dengan keadaan Taman Eden yang indah dan nyaman.

Manusia berusaha untuk mengeksploitasi bumi dengan cara apapun. Dengan rakus manusia mengeruk isi perut bumi hingga bumi makin rusak dan makin panas. Belum lagi terjadi efek rumah kaca, banjir karena penebangan hutan yang tidak bertanggungjawab, sungai yang penuh sampah, juga pencemaran laut dan bumi oleh limbah zat logam berat. Banjir yang terjadi di beberapa daerah beberapa waktu ini dapat menjadi keadaan yang tidak bisa diprediksi oleh manusia. Manusia tidak menjalankan mandat untuk mengeksplorasi bumi demi kesejahteraan bersama, melainkan telah menjadikannya sasaran eksploitasi keserakahan demi memuaskan hawa nafsu mereka.

Sebagai orang yang sudah ditebus oleh Kristus dan menjadi ciptaan baru, ada perubahan yang seharusnya kita lakukan. Dari manusia yang berdosa menjadi manusia baru, dari yang sebelumnya memiliki jarak dengan Tuhan sekarang berubah menjadi intim. Begitu juga yang diharapkan dari hubungan dengan bumi ini. Kita perlu menjaga bumi ini dengan cara-cara sederhana. Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga dan mencintai alam yang sudah diberikan pada manusia. Bumi yang Tuhan ciptakan ini adalah bumi yang patut kita rawat untuk kebutuhan generasi selanjutnya. Jarak yang diciptakan manusia karena dosa diubah menjadi kedekatan untuk menjaga milik-Nya. (CSB)
Refleksi: Keberdosaan manusia membuat ada jarak dengan Tuhan. Mendekatlah kepada Kristus Sang Pencipta.